Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

Rabu, 26 Oktober 2016


LESSON 1
A PREVIEW OF HEBREW
(Sekilas tentang buku Ibrani)

Ayat Inti                                                                                       
Pada salam di bagian terakhir buku Roma terdapat 2 buah petunjuk sehubungan dengan latar belakang Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani 4:16
WHAT HEBREW SAYS ABOUT ITSELF
(APA YANG DIKATAKAN DALAM BUKU IBRANI)
Buku Ibrani bukan seperti surat-surat lainnya dalam perjanjian baru, buku ini sangat sedikit menceritakan tentang dirinya. Jika engkau membaca buku Roma, engkau dengan jelas dan mudah menemukan bahwa penulisnya adalah Paulus, surat itu ditulis untuk gereja di Roma yang beribadah di rumah-rumah, dan ditulis saat Paulus berada di Korintus, Tertius menulis surat yang didikte oleh Paulus, dan informasi detail lainnya secara jelas.
Buku Ibrani hamper saja tidak memberikan informasi apa-apa tentang semuanya itu. Tidak ada ucapan salam di awal buku, penulisnya siapa, dan kepada siapa tujuan buku itu ditulis. Ini artinya kita perlu menyelidiki lebih cermat buku itu, agar kita dapat mengenali latar belakang sejarah buku itu ditulis.
Mungkin engkau suka dengan pekerjaan seorang detektif??? Mari kita coba menyelidiki buku Ibrani dengan bermain bagaikan seorang detektif!
sejarah buku ini.
Ibrani 13:23-24
1.
2.
DUA PETUNJUK INI SEDIKIT MENOLONG
Petunjuk pertama membuat kita dapat memperkirakan waktu dimana buku Ibrani ini ditulis. Jika Timotius sedang melayani, berarti buku itu ditulis pada abad pertama, dimana Timotius hidup. Timotius mulai bekerja dengan Paulus ketika ia masih mudah dan Paulus memulai perjalanan missionarinya yang kedua (kisah 16). Ini terjadi sekitar tahun 50 AD. Timotius kemungkinan hidup selama akhir abad pertama itu.
Kita mengenal bapa gereja Clement dari Roma, ia menulis suratnya ke korintus pada tahun 96 AD dan mengutip dari buku Ibrani. Oleh karena itu, buku ini ditulis diantara tahun 60-an (Ketika Timotius dipenjarakan) hingga 90-an di abad pertama.
Para scholar berbeda pendapat tentang isi buku ini, apakah berbicara tentang waktu sebelum atau sesudah kaabah Yahudi di Yerusalem dihancurkan pada tahun 70AD. Tidak jelas apakah buku ini berbicara tentang kaabah di abad pertama, namun nampaknya buku ini berbicara tentang tabernacle/kaabah di padang gurun ketika orang Israel meninggalkan Mesir. Yang pasti, jika Paulus adalah penulis buku ini, maka buku Ibrani ini seharusnya sudah ditulis sebelum kematiannya di pertengahan tahun 60-an.
Petunjuk kedua sedikit mengatakan tentang tempat, tapi tak seorangpun yakin dengan itu! Penulis mengirimkan salam dari “orang-orang Italia.”
Ini memiliki dua pengertian. Boleh jadi penulis sementara berada di Italia dan menuliskan salam dari mereka untuk orang-orang di tempat tujuan surat tersebut, dan jika ini benar berarti buku Ibrani ditulis di Italia.
Atau boleh jadi penulis berada di suatu tempat dengan orang-orang italia yang bersama-sama dengan dia, dan ketika penulis membuat suratnya ke Italia, ia menyertakan salam dari orang-orang yang bersamanya itu. Jadi kita dapat mengatakan bahwa buku Ibrani di tulis untuk orang-orang Italia atau ditulis dari Italia.
Pandangan tradisional mengatakan bahwa buku Ibrani ditulis untuk orang-orang Kristen Yahudi di Palestina, namun tidak ada peristiwa yang membuktikannya.

THE ORIGINAL READERS OF HEBREWS
(PARA PEMBACA PERTAMA BUKU IBRANI)
Hanya sedikit yang dapat kita temukan tentang penerima buku Ibrani yang pertama itu. Tentunya mereka sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang Perjanjian Lama dan sistem upacara korban orang Yahudi. Hal ini membuat orang berasumsi bahwa penerima surat itu mungkin adalah orang Kristen Yahudi, tapi belum tentu itu benar!
Perjanjian Lama adalah satu-satunya “kitab suci” yang dimiliki orang Kristen mula-mula (Perjanjian Baru masih dalam proses dan belum disatukan sebagai kitab suci), jadi bahkan orang kafir yang masuk Kristen telah diajarkan tentang Perjanjian Lama, dan mereka memahaminya dengan baik. Sekalipun jika penerima surat ini adalah orang Kristen Yahudi, ini tidak membuktikan bahwa buku Ibrani ditulis kepada orang-orang di Palestina, karena selama abad pertama, tiga perempat orang Yahudi tinggal di luar Palestina di zaman Greco-Roma.
Kita menemukan bahwa para penerima buku Ibrani telah menerima Kristus dan menderita penganiayaan (10:32-35) tapi tidak sampai mati (12:3,4), meskipun begitu, mereka dalam bahaya kehilangan semangat mula-mula yang mereka miliki dalam Kristus (2:1), lamban (5:11), bahkan dalam hal rohani mereka lemah dan goyah (12:12,13), dan berapa diantara mereka telah meninggalkan peribadatan di gereja setiap pecan (10:25). Mereka perlu disegarkan dan itulah yang buku Ibrani ingin lakukan.

WHO WROTE HEBREWS?
(SIAPA YANG MENULIS BUKU IBRANI?)
Mengenai penulis buku Ibrani, buku itu sendiri tidak memberikan petunjuk apa-apa. Di zaman gereja mula-mula ada banyak spekulasi. Asumsi umumnya mengatakan bahwa Paulus penulisnya. Namun setelah Perjanjian Baru disatukan, surat-surat Paulus nampaknya disusun menurut ukuran dari surat yang terpanjang, Roma, hingga yang terpendek, Filemon, yang terakhir. Buku Ibrani diletakkan di akhir, mungkin karena ketidakjelasan siapa penulisnya. Dalam gaya penulisan, bahasa Grika yang digunakan dalam buku Ibrani sangatlah berbedah dengan yang Paulus gunakan dalam surat-surat lainnya. Buku Ibrani ditulis dalam tingkatan bahasa Grika yang lebih tinggi menyebabkan buku itu cukup sulit dibaca. Origen, salah satu bapa Gereja mula-mula yang hidup di awal abad ketiga, menyimpulkan bahwa hanya Allah yang tahu siapa penulis buku Ibrani.
Beberapa kali Ellen White memperkenalkan kutipan dari buku Ibrani dan mengatakan bahwa penulisnya adalah Paulus, namun beberapa kali juga ia hanya merujuk pada “rasul” itu. Beberapa theologian Advent tidak setuju untuk menjadikan referensi tulisan-tulisan Ellen G. White itu sebagai bukti siapa penulis buku tersebut.
Akhirnya, mengenal identitas penulis bukanlah masalah yang utamanya. Apa yang kita ketahui pasti yaitu penulis buku Ibrani adalah rasul yang diinspirasikan Allah, yang memilih untuk tidak menyatakan identitasnya dalam buku itu. Pesan dari dalam buku itulah yang terpenting.

WHAT DOES HEBREWS HAVE TO SAY?
APA YANG DIKATAKAN OLEH BUKU IBRANI?
Tentunya kita akan memahami pekabaran dalam buku ini jika kita mempelajarinya, namun sebelumnya mari kita lihat 3 tema utama yang akan terus-menerus diangkat selama pembelajaran kita.
1.       Buku Ibrani mengangkat Yesus sebagai satu oknum yang lebih dari malaikat, bapa-bapa, ataupun imam. Buku Ibrani mengidentifikasi yesus sebagai Imam Besar Agung yang menyelamatkan kita. Tidak ada seorangpun yang seperti Dia dan tidak ada jalan lain dimana kita boleh beroleh keselamatan. Buku Ibrani menjelaskan banyak hal detail tentang kaabah dan berbagai upacaranya. Semuanya itu untuk satu tujuan, yaitu untuk menunjukkan kepada kita bahwa yesus adalah Imam Besar yang sesungguhnya di kaabah surgawi. Melalui pengorbanannya yang sekali dan untuk selamanya di salib itu dan melalui pekerjaan keimamatannya, dia menggenapkan apa yang upacara korban dunia atau kaabah dunia tidak dapat lakukan-yaitu keselamatan kita.
2.       Tema utama mengenai keberanian, keyakinan, dan jaminan yang dapat kita miliki oleh karena Yesus adalah Juruselamat dan imam Besar kita. Buku Ibrani adalah sebuah buku kabar baik yang penuh keyakinan. Berulang-ulang kali buku itu berbicara tentang keberanian yang orang Kristen dapat miliki dalam kristus (4:16;10:19,22). Penulis buku ini tidak ingin orang Kristen menjadi bingung dan mengkhawatirkan apakah dia cukup baik untuk diselamatkan atau tidak. Sebab faktor yang menentukan keselamatan kita bukanlah kebaikan kita, melainkan pekerjaan penyelamatan kristus yang cukup untuk kita.
3.       Tema yang ketiga, mengakui bahwa kita juga bertanggungjawab. Kita harus terus menjaga mata kita tetap tertuju kepada Yesus dan pekerjaan penyelamatanNYA. Orang-orang pertama yang membaca pekabaran ini berada dalam bahaya kehilangan komitmen mereka kepada Kristus. Itulah sebabnya tema yang ketiga yang diajarkan dalam buku ini adalah satu teguran dan peringatan. Penulis buku ini memberikan nasihat kepada pembacanya. Mereka harus tetap kuat dan tidak lemah atau kehilangan hati/kepercayaan (12:3,4).
Jadi pekabaran dalam buku ini dapat diringkas sebagai berikut: Yesus adalah Imam Besar Agung yang telah dinyatakan dengan jelas kepada kita dan oleh karena kematianNYA di salib dan pelayananNYA di kaabah surgawi telah menyelamatkan kita. Itulah mengapa sebabnya kita dapat memiliki jaminan dan keyakinan. Kita tidak perlu ragu! Namun kita harus bertekun dan tetap setia dalam komitmen kita pada Kristus, karena itu, adalah berbahaya jika kita tertidur dan hilang kepercayaan kita kepadaNYA. Penulis buku Ibrani tahu adalah satu halyang sulit untuk menolong seseorang memiliki keyakinan dan keberanian. Ia tahu bahwa memiliki keberanian tidak semudah memberikan nasihat. Oleh karena itu, ia terlebih dahulu memberikan satu-satunya dasar untuk keberanian kita pada tingkat kesadaran kerohanian kita yang paling dalam. Kita begitu lemah untuk memiliki keberanian yang layak. Tapi kita memiliki juruselamat dan Imam Besar yang duduk diatas tahta alam semesta, yang sementara melakukan pekerjaanNYA untuk kepentingan kita sekarang inilah yang mendasari keberanian itu, bukan karena diri kita melainkan karena Yesus, apa yang telah Dia lakukan untuk kita, dan apa yang sedang terus ia lakukan untuk kita hingga sekarang ini.

WHAT IS THE STRUCTURE OF THIS BOOK?
(Bagaimana susunan Buku ini?)
Sangatlah menarik jika engkau memperhatikan bagaimana buku ibrani disusun untuk menyampaikan pekabaran ini.Penulis percaya bahwa teologi yang tepat dan nasihat praktis berjalan bersama. Oleh karena itu penulis menyampaikannya berselang-seling dalam kebanyakan surat-surat Paulus , ia memulainya dengan teologi dan kemudian beralih kepada nasihat praktis hingga akhir suratnya. Namun buku ibrani tidak demikian, buku ibrani berselang-seling antara teologi dan nasihat praktisnya selalu diawalai dengan kata “therefore”, sekalipun dalam bahasa asli, grika,bahwa yang digunakan untuk buku ibrani, penulis sebenarnya menggunakan berbagai istilah.
Peralihan teologi dan nasihat praktis dalam buku ibrani dapat dipetakan sebagai berikut
Theologi
Advice
1:1-14
2:1-4
2:5-3:6
3:7-4:13
4:14,15
4:16
5:1-10
5:11-6:20
7:1-10:18
10:19-39
11:1-40
12:1-13:25
Sungguh penulis ini meyakini bahwa teologi seharusnya menjadi dasar nasihat yang praktis.


What kind of book is this?
Buku jenis apa ini?
Hal yang terakhir tentang buku ini, apakah ini sebuah surat?essay?risalat?atau?buku ini tidak memiliki tanda sebagai sebua surat ,kecuali di bagian salam akhir (13:22-25)banyak scholar meyakini bahwa ini adalah sebuah kotbah. Ada petunjuk dalam buku ini dimana pekabarannya diberikan secara lisan.contohnya dalam 11:32 penulis ingin memberikan lebih banyak contoh tapi tidak cukup waktu. Munkin saja kotbah ini yang kemudian dikirimkan ke gereja-gereja lain hingga sampai kepada kita. Buku ini lebih panjang dari kotbah-kotbah yang kita dengarkan membutukan satujam seperempat sampai satu jam setengah untuk membaca buku ini. Tapi kita tidak akan membacanya sekaligus sekarang, seperti yang dilakukan orang-orang yang pertama kali menerima buku ini.
Buku Ibrani mengangap para pembacanya telah mengenal banyak materi dari perjanjian lama. Oleh karena itu adalah hal yang baik jika kita melihat relevansi buku ini dengan perjanjian lama yang akan dapat menolong kita memahami apa yang buku ibrani sedang bicarakan. Tiga pelajaran berikutnya akan membahas mengenai dosa , keselamatan ,kaabah,dan imam-imam dalam perjanjian lama.




SIN, SACRIFICE, AND SALVATION IN THE OLD TESTAMENT

Strange Worship
(Peribadatan yang Aneh)              
Coba engkau bayangkan bagaimana ngerinya menyembelih seekor hewan seperti domba. Menggeletakkannya clan menindihnya, kemudian 1Wiyamenggelepar clan mati. Bukankah jika itu harus dilakukan di dalam gereja dalam satu acara ibadah? Tapi mengapa Allah menginstruksikan umatNya di zaman Perjanjian Lama untuk mempraktekkannya?     
When Sin Got Started
(Ketika dosa dimulai) Kita harus terIebih dahuIu memahami sifat dosa, bagaimana dosa itu masuk ke dalam dunia. Seperti yang kita lihat. dalam buku kejadian, ketika Allah menciptakan dunia mi, Dia memberikan manusia kemampuan untuk mengatakan Ya atau Tidak kepada-Nya, untuk menyatakan pilihan mereka. Akankah mereka mampu menahan diri untuk tidak makan buah clan hanya salah satu pohon dalam taman itu? Ketika ular mencobai Hawa, dia tidak hanya membuat Hawa berpikir bahwa buah itu balk untuk dimakan, tapi juga dia menuntun Hawa untuk berpikir bahwa buah itu akan menjadikannya bijaksana clan me lebih baik dari keadaanya sekarang (kejadian 3:4-6).
justru kebalikannya. Bukannya meréka menjadi seperti Allah, melinkan mereka terpisah clan Allah, satu-satunya sumber kehidupan. Mereka menjadi malu karena telanjang, clan mereka bersembunyi di hadapan Allah. Dosa telah memisahkan mereka clan Allah clan clan kehidupan. Keselamatan hanya dapat datang clan inisiatif Allah sendiri. Tapi, Allah sendinipun bukan hanya sei UaT Me—riitunyikp4 ri (sna ip) dan semua slesai. perdamaian agar manusia mem harapan kehidupan lagi Allah telah menjanjukan penebusan itu, -n oleh karena itu la melakukannya untuk manusia (Kejadian 3:15)                -
 God's Plan
(Rencana Allah) Dalam kebijaksanaanNya yang tak terbatas itu, Allah telah tnerancang satu rencana untuk menyediakan keselamatan oleh inisiatif anugerahNya sendiri. Dia akan méngirim anaktunggalNya untuk mati dan mengalami kengerian akibat dosa. Kenyataan ml bukan hanya untuk menyelamatkan manusia dan menyatakan apa sesungguhnya akibat dosa itu kepada manusia, tapi juga menyatakan betapa besar harga yang harus Allah bayar untuk menyelamatkan manusia. la harus mengorbankan AnakNya sendiri. Pada saat yang bersamaan Allah dapat menyelamatkan manusia, dan menunjukkan kepada manusia akan kasihNya, juga menunjukkap kepada mereka sifat dosa yang kejam itu. Paulus berkata, Allah membuat Kristus "menjadi dosa karena kita" supaya di dalam Diakita dibenarkan oleh Allah. (II Kotintus 5:21)
Dalam Perjanjian Baru pun, tidak ada penjelasan secara rind bagaimana penebusanNya itu terjadi. Allah menggunakan banyak ilustrasi untuk menolong kita mengerti, Yesus adalah Subtitute (pengganti kita), Redeemer (penebus kita [seseorangymernbebaskan seorang Hakim yang membebaskan kita (dalam istilah (reconciliation). Sebelum Kristus datang, sangat sukar orang mengerti bagáiñiana penebusan Allah itu.

 Sacrifices
(Korban-korban)
Salah satu ilustrasi vaj)gjgunakan Allah adalah sistem upacara korban. Korban rnengingatkanumat Allah tentangharapan yang     dari Allah, bukan-dari diri mereka sendiri. üiian kepada mereka itu datar dã1am diri mereka sendiri, melainkan dan luar diri mereka dan sangatlah berharga. Dosa mereka membawa pemisahan dan kematian, dan korban membuat mereka dapat melihat dengan jelas hubungan antara dosa dan kematian. Korban harian di kaabah, sama juga seperti upacara korban tahunan yaitu Paskah dan Han Pendamaian, membenikan bagi bangsa Israel sekilas pandangan tentang maksud Allah menyediakan keselamatan bagi manusia yang berdosa.
Tetapi bukan hanya berakhir pada korban itu sendiri, seperti ilustrasi Iainnya korban juga punya sism yang negatif atau berbahaya. Salah satu bahaya akibat adanya korban yaitu bangsa Israel berpikir bahwa oleh karena mereka mempersembahkan korban dan melakukan segala yang mereka harus lakukan di kaabah setiap han, maka segala sesuatunya selesai. Mereka mempersembahkan korban mereka dengan cara yang benar namun menjalani kehidupan mereka dengan cara yang salah. Di zaman Yesaya misalnya, umat Allah bertindak tidak adil dan kejam. Mereka menekan orang-orang miskin dan menindas para janda untuk keuntungan mereka. Tapi mereka berpikir segala sesuatunya balk-balk saja karena mereka setiamemberikan korban. Yesaya memberitahukan mereka bahwa Allah membenci korban-korban mereka karekahJduptidak sekalipunjcta.khtiiriyang adil dan mencintaetiaan serta hidup rendah hati ch hadapan Allah (Mikha 6:6-8).
Bayangkan seorang pemain sepak bola yang tetah berupaya untuk dapat menjadi anggota tim kebanggaannya. Akhirnya Ia berhasil masuk dan mendapatkan kostum dari tim kebanggaan tersebut dan diizinkan untuk ikut bermain dalam perlombaan. Namun, apa yang dilakukannya di lapangan? la hanya membanggakan kostum yang digunakannya, keberadaannya dalam tim yang selalu menang, tapi tidak melakukan apa-apa untuk tim itu agar dapat memperoleh kemenangan. Begitu sering umat Allah hanya menggunakan agama sebagai penampilan luar saja, tapi tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah dantidak melakukan hal-hal yang adalah kewajiban umat Allah.
Hal yang berbahaya lainnya dapat muncul dari sistem korban adalah mereka berpikir bahwa keselamatan itu mereka peroleh karena usaha mereka yang
Allah bagi mereka. Oleh karena itu didalam buku keluaran Allah menyatakan dirinya sebagai penebus mereka yang berinisiatif untuk menyelamatkan mereka. Bukan karena usaha mereka melainkan oleh karena kasih karuniaNya. Kenyataannya, kita sering melupakan bagian yang sangat penting dan ke-Sepuluh printah Allah ini. Pernyataan Allah ini sering tidak diikutsertakan oleh umatnya saat mengutip ke-sepuluh printah Allah itu. Kita biasanya melupakan kata-kata di awal ke-Sepuluh printah Allah mi padahal kata-kata mi dapat menolong kita untuk memiliki pandangan yang benar tentang sepuluh hukum itu.

The Ten Commandments
(Ke-Sepuluh Printah Allah)
Semua orang tahu bahwa menghilangkan salah satu kata saja dan ke-sepuluh prmntah Allah itu akan mengakibatkan hal yang berbahaya. Satu peristiwa terjadi di salah satu gereja kecil di Los Angeles. Ketika Sabat pagi di acara Sekolah Sabat ada beberapa pasang keluarga muda menghadiri gereja itu pertamakalinya. . Tiba-tiba setelah sepasang suami-istri saling berbisik sambil menunjuk ke bagian depan gereja, mereka tertawa yang lainnya bingung. Suami-istri yang tertawa itu kemudian berbisik lagi kepada yang lainnya dan mereka tertawa. Semakin lama semakin banyak orang yang tertawa. Akhirnya pemimpin acara akhirnya pemimpin acara berhenti sejenak dan mencari tahu apa yang membuat mereka tertawa. Hukum (dalam bahasa Inggris) yang ada di bagian depan gereja kekurangan hanya satu kata yaitu note pada kalimat,~~"Thou shalt covet tb- -neighbor-'s !~~~fe" Yang seharusnya 'Thous shalt not covet thy neighbor's wife' artinya Jangan jangan mengingini isrti tetangga mu.
Kita sering kehilangan bukan hanya satu kata melainkan satu bagian yang penting dari Sepuluh Perintah Allah itu, yakni bagman yang pertama. "Lalu Allah mengucapkan sejalafirmanini:Akulah Tlh,yangmembawaengkaukeivardaritanah Mesir,danitempatperbudakan." Sebenarnya, kalimat mi sangat penting dalam kehidupan umat-umat percaya. Kalimat mi menyatakan bahwa penintah Allah itu adalah petunjuk gaya hiclup umat Allah yan telah men adari bahwa mereka telah diselamatkan oleh anugera Allah. Kasih karunia itu telah ada mendahului hukum/perintahNya.
One god of grace(allah kasih karunia)
Allah hanya memiliki satu metode penyelamatan. Baik di perjanjian lama maupun perjanjian baru, atau pun di zaman kita ini, semua diselamatkan oleh kasih karunia Allah. System upacara kurban hanyalah untuk menunjukan kasih karunia Allah itu. Kabar baik kasih karunia Allah itu memiliki implikasi penting bagi cara kita memahami karakter Allah. Juka allah selalu menyelamatkan umatnya dengan kasih karunia, kita mengenal allah adalah Allah kasih karunia dari awal hingga akhir baik perjanjian lama maupun perjanjian baru. Dialah Allah yang mengasihi manusia dan menginginkan keselamatan meraka, dan oleh karna itu bekerja untuk keselamatan mereka. Ketika ia menuntun umatnya melewati laut merah maupun ketika ia memberikan anak tunggalnya untuk mati di salib bagi mereka. Ia adalah tetap Allah yang sama, Allah yang mengasihi.
Pada abad pertama ketika Yesus hidup didunia dan buku ibrani di tulis, dan orang yahudi tidak dapat memberikan korban seperti biasanya. Kita akan mempelajari mengapa demikian pada pelajaran berikut. System korban masi terus berlangsung di Yerusalem, tetapi mereka yang tinggal jauh tidak dapat ke yerusalem setiap hari untuk mempersembahkan korban-Nya, bahkan untuk pendamaian yang telah di tentukan untuk keselamatan, telah di buat disalib, dan kaabah lainnya, kaabah sorgawi, dimana Yesus melayani sekarang.




RINGKASAN BAB 3
Santuary In the Old Testament
(Kaabah dalam Perjanjian Lama)

Tujuan pembelajaran ini adalah bukan mempelajari doktrin, tetapi pengertian yang cuup dari Perjanjian Lama agar dapat memahami buku Ibrani.
Sanctuary Controversy
(Pertentangan tentang Kaabah)

                Musim panas tahun 1980 sekelompok pemimpin gereja berkumpul di Glacier Colorado, USA untuk mendiskusikan pemahaman tentang kaabah.
               
Oktober 1979, Dr. Desmond Ford, professor agama dari Australia, memberikan pernyataan bahwa Kristus tidak masuk ke Bilik Maha Suci di kaabah surgawi tahun 1844, karena menurut kitab Ibrani, Dia langsung memasuki Bilik Maha Suci. Dia juga membuat sebuah artikel berjudul “Christ in the Heavenly Sanctuary” yang dimuat pada Adventist Review tanggal 4 September 1980

A Place for God to Live
(Sebuah Tempat untuk AllahTingga;)

                Menurut Alkitab, Allah memiliki kaabah di surga (Ibrani 8:1,2 dan Wahyu)
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah meminta agar mereka mendirikan kemah di bumi agar Ia dapat tinggal bersama mereka. Allah juga memberikan rancangan bangunan.
                Sebenarnya Allah tidak memerlukan bangunan fisik, namun Allah mengetahui bahwa bangsa itu ingin sesuatu yang dapat dilihat secara fisik. Hal ini juga karena dosa yang memisahkan.
Kaabah adalah tempat untuk Allah hadir dan juga menyelubungi umatNya. umatNya akan dapat bertemu dengan lansung. Tempat tinggal Allah adalah di Kemah Maha Suci dimana Tabut Perjanjian ada.
                Allah juga menentukan para imam untuk membuat pelayanan dan membawa korban di kaabah. Makna kaabah hilang ketika harus berpindah-pindah, oleh karena itu Allah ingin dibangun suatu yang tetap.
                Lambing pelayanan harian dan juga tahunan di kaabah adalah sesuatu yang berbeda dengan pelayanan harian dan juga korban pagi dan petang penghapusan dosa. Ini adalah lambing pengampunan dosa.
                Dalam pelayanan harian, dosa diampuni, namun untuk dosa dilambangkan dengan pemindahan darah ke kaabah. Hari Pendamaian adalah hari penghakiman yang menyucikan kaabah itu sendiri.
Hal ini semua adalah sebuah lambang.
                Pekerjaaan ini dilakukan setiap hari menggambarkan pekerjaan  pendamaian untuk manusia. Kaabah, bukan hanya sebagai satu tempat hadirat Allah, tetapi juga merupakan sebuah gambaran pekerjaan Allah untuk menyelamatkan.


Threats and Dangers to Sanctuary
(Bahaya dan Ancaman pada Kaabah)

                Selalu ada ancaman bagi kaabah Israel, dan itu adalah dosa manusia, yang memisahkan manusia dengan Allah. Melalui upacara korban kita dapat mengetahui bagaimana dosa itu diampuni dan dihapuskan.
                Nabi Yeremia mengamarkan bagaimana bahayanya hal ini. Ia diminta untuk berdiri di pintu gerbang kaabah dan mengkhotbahkan kepada umatNya. Yeremia mengatakan bahwa Allah hanya dapat tinggal bersama mereka apabila mereka berjalan sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Yeremia harus dicerca oleh para pemimpin kaabah karena perkatannya itu.
                Tahun 586 BC kaum Babilonia memasuki Yerusalem dan menghancurkan kaabah, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Namun Allah menjajikan sebuah pemulihan sebelum penghancuran itu terjadi. Setelah 70 tahun ditawan, mereka diperbolehkan kembali untuk membangun Yerusalem tahun 457 BC agar Allah dapat tinggal bersama umatNya lagi.

                Ada kaabah di sorga yang bukan buatan tangan manusia. Di dalamnya Kristus melayani untuk kepentingan kita, dan juga manfaat dari korban penebusanNya di Salib. Penghakiman menyatakan keadilan Allah dimana ditutupnya pintu kasihan itu.
Banyak orang yang melihat bahwa pekabaran ini adalah sesuatu yang menakutkan, tetapi kita harus ingan bahwa hakim kita adalah Imam Besar yang mengentarai kita. Dia juga adalah Juruselamat kita. Maka pekabaran ini merupakan suatu pekabaran yangmembahagiakan karena keyakinan kita.

Judgment Can Be Good News
(Penghakiman adalah Kabar Baik)

                Jika kita berada pada posisi benar, maka kita melakukan sesuatu yang benar. Tentu saja kita akan sangat bergembira ketika hari peghakiman itu tiba. Kita bukan sebagai orang yang bersalah, tetapi sebagai orang yang benar. Dan juga untuk menyatakan bagaimana kita benar di hadapan Allah. Inilah sukacita menantikan penghakiman Allah.

Israel’s Various Sanctuaries and Temples
(Berbagai Kaabah dan Kuil Israel)

                Untuk memenuhi kebutuhan mereka, sejenis tempat ibadah dibangun sebagai tempat perkumpulan. Mereka berkumpul untuk beribadah, berdoa, dan juga membaca kitb suci, dan khotbah singkat. Masih banyak yang bergantung pada kaabah, karena Stefanus mengkhotbahkan bahwa menjadi martir. Kaabah tidak dibatasi tempat. Dia beserta kita dimana saja.

No Temple Needed
(Tidak Memerlukan Kaabah)

                Suatu hari nanti kita tidak lagi memerlukan kaabah. Sejarah kaabah adalah kerinduan Allah untuk bertemu dengan umat-umatNya. Sejarah ini berakhir dengan baik. Namun saatnya akan tiba Wahyu 21:22, ketika Allah dan umatNya akan tinggal bersama lagi. Tidak akan ada lagi kaabah, karena Allah sendiri dan Yesus Anak Domba Allah, akan tinggal dan juga menjadi kaabah bagi umatNya.

Popular Posts