Rabu, 26 Oktober 2016



BAB 10
JESUS - A BETTER SACRIFICE IBRANI 9:15-10:39

Ayat-ayat yang dipertentangkan
Kita sekarang berada pada bagian buku lbrani yang paling dipertentangkan di sepanjang sejarah teologi yang dipelajari orang Advent. Tidak sukar mengerti mengapa. Orang Advent mengajarkan bahwa Kristus memulai satu pekerjaan khusus dalam mempersiapkan Kedatangan Kedua kali di Bulk yang Maha Suci dalam kaabah di surga pada tahun 1844., liii dapat disamakan dengan Hari Pendamalan dalam kaabah di bumi. Namun, bagjan dalam buku Ibrani ml nampaknya membandingkan pengorbanan Kristus di salib dengan apa yang terjadi pada Hari Pendamaian dan meletakkan Kristus dalam Bilik yang Maha Suci segera setelah Dia naik ke surga. Perhatikanlah yang berikut, sebagai contohnya.
Sesudah menunjukkan bahwa sebuah wasiat(sama dengan kata covenant = perjanjian dalam Alkitab) dibawa segera setelah kematian orang yang membuatnya, buku Ibrani menunjukkan bahwa perjanjian Allah dapat dipenuhi untuk membawa keselamatan melalul korban dan kematian (9:16-22). Kemudian buku Ibrani berlahjut membandingkan korban di kaabah di bumi dengan kematian Kristus dan masuknya la ke dalarn kaabah yang di surga (9:23-28). Ada beberapa perbandingan yang penting.
                Para imam di bumi memasuki apa yang di bumi yang merupakan contoh dari apa yang sesungguhnya yang ada di surga; sementara Kristus memasuki kaabah di surga itu sendiri. Para imam di bumi harus mempersembahkan korban berulangulang kali. Bagian pertama dari Ibrani pasal 10 menyatakan bahwa pengulang-ulangan korban ml membuktikan ketidakefektifan mereka. Tetapi korban Kristus yang hanya sekali itu sudah cukup dan efektif. Para imam di bumi menggunakan darah hewan, tetapi Kristus memberikan darahNya sendiri.
Sebagai mana yang kita lihat dalam pelajaran sebelumnya, tidak selamanyajelas bagaimana seseorang harus menerjemahkan istilah holies (= suci) dalam buku Ibrani. Dalam Ibrani 9:25 versi NIV menggunakan "Bilik Maha Suci," tetapi versi NRSV hanya mengatakan bahwa imam memasuki "Bulk Suci." Kenyataan bahwa ayat itu mengatakan masuk setiap tahun memberikan kesan bahwa itu adalah pelayanan tahun ke tahun, clan dipandang sebagai Hari Pendamaian dalam Bilik Maha Suci. Tapi jika buku Ibrani mengatakan Kristus masuk ke Bilik Maha Suci dari kaabah itu sesudah pengorbananNya, mi nampaknya menimbulkan masalah dari pandangan Advent. Ada paling sedikit 3 jawaban yang dianjurkan untuk masalah itu.
Tiga Jawaban untuk Pertentangan itu
1. Jawaban pertama mengatakan bahwa Ibrani 9:25 tidak berbicara tentang Bilik Maha Suci, melainkan Bilik Suci clan oleh karena itu meneguhkan pandangan umat Advent. Konteks ayat itu, membuat pandangan itu sukar untuk dipertahankan.
2. Jawaban kedua mengatakan bahwa Ibrani 9:25 berbicara tentang Bilik Maha Suci dan menunjukkan dengan jelas bahwa Yesus masuk ke Bilik Maha Suci setelah kenaikanNya, yang bertentangan dengan pandangan umat Advent. Ini adalah pandangan dari Ballenger dan Ford. (Lihat kembali Pelajaran 3 tentang pertemuan yang terjadi di Glacier View).
3. Pandangan ketiga adalah salah satu yang diadopsi oleh perwakilan-perwakilan yang ada di Glacier View pada tahun 1980 clan selanjutnya dinyatakan dalam dokumen "Kristus dalam Kaabah Surgawi," yang disiapkan pada pertemuan di Glacier View itu. Pandangan ml meyakmni bahwa buku Ibrani tidak berdiskusi tentang kronologi (urutan waktu), dan oleh karena itu tidak meneguhkan ataupun menentang aspek waktu dari pandangan umat Advent tentang pekerjaan Kristus dalam kaabah surgawi, namun melengkapi doktrin secara keseluruhan. Buku Ibrani berbicara tentang sesuatu yang lain. Buku Ibrani tidak mendiskusikan tentang kronologi. Melainkan diatur sebagal gambaran simbolik, menggunakan kaabah sebagai batu loncatan untuk menjelaskan simbol-simbol yang digambarkan.
Maksud dari gambaran secara simbol dalam buku Ibrani adalah untuk menunjukkan pekabaran yang menakjubkan tentang akses (jalan masuk) kita kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus. Buku Ibrani menunjukkan bahwa kaabah di bumi, meskipun itu adalah tempat hadirat Allah dengan umatNya, namun sebenarnya, mengingkari akses kita kepada Allah. Karena hadirat Allah ada di dalam Bilik Maha Suci dari Kaabah itu, maka Allah terpisah dengan umat biasa. Hanya seorang imam yang dapat masuk ke dalam Bilik Maha Suci. Dan bahkan, hanya imam-imam tertentu yang dapat masuk, hanya Imam Besar saja. Dan dia juga tidak dapat masuk setiap saat yang dia inginkan, melainkan hanya sekali dalam setahun. Dan itu hanya peristiwa sekali-dalam-setahun sementara banyak jiwa sepanjang tahun berada dalam ketakutan dan kegelisahan.
Buku Ibrani mengatakan bahwa semua perpisahan itu telah berubah dengan hadirnya Yesus. Korban penebusanNya di salib itu mengubah kenyataan alam semesta. Kenyataan yang baru itu digambarkan dalam istilah simbol, menggunakan simbol kaabah. Korban Kristus membuka jalan; ke dalarn Bulk Maha Suci. Kristus mendapatkan akses ke tempat yang suci dan hadirat Allah di surga itu sekali dan untuk semua melalui kematianNya di salib. mi adalah pengertian metafora. Buku Ibrani menggunakan bahasa Bulk Maha Suci dalam hubungannya dengan apa yang dilakukan Kristus sesudah kematian dan kebangkitanNya.
Namun garis dasar dari kisah itu menunjukkan bahwa kami bukanlah pernyataan yang kronologis melainkan simbolis, pernyataan teologikal: Garis dasar itu juga sepenuhnya membuat kita kagum seluruhnya. Sesuatu yang luar biasa. Kenyataannya, mi adalah inti dari keseluruhan pekabaran tentang kaabah dalam buku Ibrani. lnilah puncaknya, dan betapa satu klimaks yangmengagumkan! lnilah inti dari apa yang kita pelajari sejak pasal 4, namun kita tidak pernah membayangkan selama jutaan tahun. lnilah misteni yang besar tentang penebusan itu.
Gambaran yang luar biasa mi datang dari Ibrani 10:19.lnilah rahasianya. Buku Ibrani bukan hanya menggunakan istilah Bilik Maha Suci untuk berbicara secara metafora tentang Yesus Knistus. Buku Ibrani menggunakan istilah itu untuk berbicara kepada kitajuga. Dapatkah engkau membayngkan bagaimana engkau sekarang sudah dapat melewati pelataran di bagian luar kaabah, melewati Bilik Suci, melewati meja roti sajian, berada di belakang tiral, dan terus masuk ke dalam Bilik Maha Suci dimana Allah tinggal? Apakah mi pernah terjadi kepadamu?, inilah apa yang dikatakan buku Ibrani. Lihat Ibrani 10:19. Sekali lagi tidaklah selalu mudah untuk mengetahui bagaimana menerjemahkan istilah holies, tapi dalam ayat ini fakta bahwa kata itu berarti apa yang ada di balik tirai mengajurkan artinya adalah Bulk Maha Suci. OIeh karena itu saya percaya terjemahan NIV benar ketika ia menerjemahkan ayat itu sebagai berikut:
Therefore, brothers [and we would want to add sisters], since we have confindence to enter the Most Holy Place by the blood of Jesus, by a new and living way, opened for us through the curtain, that is, his body, and since we have a great priest over the house of God, let us draw near to God with a sincere heart in full assurance of faith. (Oleh karena itu, saudara [clan kami ingin menambahkan saudari], karena kita memiliki keberanian untuk memasuki Bilik Maha Suci oleh darah Yesus, dalam cara yang baru clan hidup, membukakan bagi kita melalui tiral itu, yaitu, tubuhnya, dan karena kita memiliki imam besar dalam rumah Allah, marilah kita menghampiri Allah dengan hati yang tulus dalam jaminan iman sepenuhnya) (Hebrews 10:19-22a).
Engkau lihat betapa mengejutkan hal mi? Dimana dalam Perjanjian Lama para penyembah jauh dari hadirat Allah, dan hanya imam besar yang dapat memasuki hadiratNya sekali setahun dengan rasa takut clan gentar. Kristus telah membuka jalan bagi kita untuk berada dalam hadirat Allah sékarang, bukan dengan takut clan gentar, tapi dengan keyakmnan. Apakah mi gambaran yang literal? Tentu saja tidak. Dimana saja engkau berada sekarang sementara engkau membaca tuiisan ini, engkau masih berada di bumi, bukan di dalam Bilik Maha Suci di kaabah di surga. Tapi buku Ibrani mengatakan bahwa secara simbolis engkau ada di dalam Bilik Maha Suci, sebab apa yang ada dalam Bilik Maha Suci sebenarnya adalah hadirat Allah, dan melalui Yesus Knistus,
Saudaramu, Juruslamatmu, dan Imam Besarmu, engkau telah diundang datang ke hadirat Allah. Dan engkau tidak perlu takut. Jika engkau telah menerima Yesus sebagai Imam Besarmu, engkau memilikiNya. Engkau dapat dengan keberanian berada dalam hadirat Allah.         •:.•
Ya, pekabaran itu simbolis, namun, wow, betapa kenyataan hidup kita akan diubahkan jika kita percaya! Perhatikan apa pernyataan yang dituliskan pada pertemuan di Glacier View tentang gambaran simbolis yang sangat indah dalam buku lbrani.
Semua berkat mengalir secara terus menerus dari kemujaraban korban Kristus. Buku Ibrani menyoroti dua pencapaian besar: menyediakan jalan ke hadirat Allah tanpa rintangan, dan mengangkat dosa secara menyeluruh.
Meskipun kaabah Perjanjian Lama itu penting, namun itu menyatakan keterbatasan akses kita kepada Allah. Hanya mereka yang dilahirkan dalam keturunan imam yang dapat memasukinya (Ibrani 9:1-7). Namun dalam kaabah Surgawi, Kristus telah membuka bagi kita pintu menuju hadirat Allah; oleh iman kita datang dengan keberanian ke tahta anugrahnya (pasal 4:14-16; juga 7:19; 10:19-22; 12:18-24). ltulah hak istimewa setiap orang Kristen yang lebih besar bahkan dari pada imam-imam besar di Perjanjian Lama itu.
Tidak ada lagi langkah pengantaraan dalam kita menjangkau Allah. Buku Ibrani menekankan kenyataan bahwa Imam BesarAgung kita berada di sebelah kanan Allah (pasal 1:3), dalam "surga itu sendiri ... dalam hadirat Allah" (Pasal 9:24). Bahasa simbolis dari Bilik Maha Suci, "yang diselubungi tirai," digunakan untuk meyakini kita tentang akses kita yang bebas, langsung, dan sepenuhnya kepada Allah (pasal 6:19, 20; 9:24-28; 10:1-4).
Menurut catatan ml, Ibrani 9 dan 10 berbicaratentang Bilik Maha Suci tapi dalam cara simbolis tidak menegaskan ataupun menyangkal kronologi buku Daniel. Buku lbrani tidak terkait dengan kronologi. Buku lbrani berusaha menolong kita merenungkan betapa kita sendiri sangat dekat dengan Allah seperti kita sudah berada dalam Bilik Maha Suci di Kaabah di surga, di hadirat Allah itu.Satu Pekabaran dan (Access) Jalan Masuk dan (Acceptance) Penenimaan
                Buku lbrani bukanlah satu-satunya bagian dari Perjanjian Baru yang menggunakan gambaran simbolis. Surat Paulus kepada jemaat di Efesus, meskipun tidak dengan tegas merujuk kepada kaabah, tapi juga menyatakan gambaran yang mirip. Dalam Efesus 1 Paulus menunjukkan bahwa Yesus mati, bangkit kembali, dan duduk di sebelah kanan Bapa di surga, di hadirat Allah. Kemudian dalam Efesus 2 Paulus mengatakan bahwa kita, yang telah mati dalam dosa-dosa kita, juga telah dihidupkan clan duduk bersama Kristus di surga. Paulus berkata:
As for you, you were dead in your transgressions and sins.... But because of his great love for us, God, who is rich in mercy, made us alive with Christ even when we were dead in transgressions—it is by grace you have been saved. And God raised us up with Christ and seated us with him in the heavenly realms in Christ Jesus. (Dan kamu, kamu yang telah mati dalam pelanggaran clan dosa-dosamu.... Tapi oleh karena kasihNya yang besar bagi kita, Allah, yang kaya akan kasih karunia, membuat kita hidup bersama Kristus meskipun ketika kita mati dalam pelanggaran kita—oleh karena anugerah engkau diselamatkan. Dan Allah membangkitkan kita dengan Kristus clan mendudukkan kita denganNya di alam surga dalam Yesus Kristus) (Efesus 2:1-6).
Buku Efesus clan Ibrani ingin kita merasakan bahwa oleh karena Yesus adalah Juruslamat clan Perwakilan kita, maka kita telah berada dimanapun Dia berada. keberadaaanNya di tahta Allah menandakan keyakinan akses kita yang secara langsung, ke hadirat Allah.
lnilah pekabaran yang buku lbrani tuntun untuk kita pahami dari awalnya. Dalam Yesus Kristus jurang antara Allah dan kita telah dijembatani. Kita sekarang dapat mengalami hadirat Allah dengan keyakinan. Tapi mungkin pertanyaan sesungguhnya, "lalu apa?" Alkitab menggambarkan bahwa kita sudah berada dalam hadirat Allah dengan Kristus. Sekalipun begitu, kita tahu bahwa kita masih ada di tengah dunia yang penuh dosa, berperang melawan semua jenis pencobaan dan masih menghadapi sakit hati yang mengerikan. Jadi sebenarnya, apa makna pekabaran mi bagi kita? Perbedaan apa yang diberikan pekabaran itu bagi kita? Buku lbrani memberikan beberapajawaban untuk pertanyaan-pertanyaan. Satu Kata yang dijadikan Simbol Ketika kita menyadari penggunaan simbolis yang buku Ibrani         . lakukan dengan menggunakan kaabah di surga, kita harus perjelas, agartidak ada yang disalah-mengerti, bahwa buku Ibran. tidaklah menyangkal kenyataan keberadaan kaabah di surga itu.Adalah karena kenyataan keberadaaan kaabah di surga itu sehingga penggunaannya secara metafora mungkin terjadi. Sama seperti Efesus tidak menyangkali keberadaan sürga oleh menggunakan surga sebagai simbol dalam Efesus 1 clan 2 sehubungan dengan akses kita kepada Allah sekarang, clan sebagaimana Efesus tidak menyangkali keberadaan kebangkitan T pada masa yang akan datang di saat kedatangan Yesus oleh menggunakan kebangkitan sebagai metafora untuk berbicara
tentan'g kehidupan baru kita sekarang dalam Kristus, demikian juga buku Ibrani tidak menyangkali keberadaan kenyataan tentang kaabah di surga oleh karena buku mi menggunakannya sebagai metafora tentang akses kita kepada Allah sekarang. Hal yang menarik dimana buku Ibrani tidaklah memberikan banyak uraian tentang keberadaan dari kaabah di surga, mungkmn karena kaabah sebenarnya yang ada di surga, yang tidak dibangun oleh manusia melainkan oleh Tuhan, adalah satu "kenyataan yang jauh lebih mulia dari apa yang dapat dipahami oleh pikiran kita."
Apa yang sangat luar biasa adalah buku Ibrani mengambil keberadaan yang mulia dari kaabah surgawi dan menggunakannya dalam cara metafora yang indah untuk mengatakan kepada kita tentang pengalaman Kristen kita sekarang clan menunjukkan kepada kita satu penglihatan akan betapa ajaibnya Allah yang kita layani itu clan Dia ingin memasuki hubungan itu sekarang. Tapi kita harus tidak boleh lupa bahwa pekabaran yang dinyatakan mi hanya merangsang keinginan kita untuk satu keadaan yang lebih mulia yang menanti kita di masa yang akan datang ketika kita bertemu denganNya muka dengan muka clan, dalam keadaan kita yang telah diubahkan, mampu untuk pertama kalinya menghargai betapa mulia kenyataan kaabah surgawi itu sesungguhnya.Jawaban kita terhadapPekabaran itu
Orang Kristen diidentifikasi dengan gambaran yang dinyatakan dalam buku Ibrani sebagai hidup dalam cara yang baru. Jika kita melihat diri kita sendiri sebagaimana hidup di hadirat Allah, telah bersamaNya di tahta alam semesta dalam Bilik Maha Suci di Kaabah Surgawi, itu akan mempengaruhi dasar cara hidup kita dari hari ke han. Apakah mi berarti kita tidak lagi menghadapi pilihan-pilihan yang sukar? Tidak. Apakah itu berarti kita tidak lagi berjuang dengan naik turunnya emosi kita? Tidak. Apakah itu berarti kita tidak lagi berkabung oleh karena kehilangan orangorang yang dekat dengan kita? Tidak. Apakah itu berarti di dunia mi kita bebas clan tidakakan dikalahkan oleh pencobaan lagi? Tidak. Lalu, apa artinya? Buku Ibrani mengatakan kepada kita dalam pasal 10:22-25. Disini kita menemukan bahwa oleh karena Yesus, Imam Besar kita, telah membuka jalan melalui tirai itu, menuju 8111k Maha Suci, dimana Allah tinggal, maka kita dapat hidup dalam hadiratNya. Ada paling sedikit lima kenyataan hidup yang berbeda da!am cara bagaimana kita hidup.
1. Pertama, kita ditarik dekat kepada Allah dengan hati yang tulus dalam keyakmnan iman sepenuhnya (10:22a). Ingat, dimana diskusi tentang kaabah dimulai dalam buku Ibrani? Dimulai dari pasal 4, yang berbicara tentang Imam Besar Agung yang menyanggupkan kita menghampiri tahta Allah dengan keyakinan. Sekarang berakhir pada pasal 10, yang berbicara tentang hal yang sama, menghampiri Allah dengan keyakinan clan jaminan. Kita tidak harus bersembuyi dari Allah. Kita tidak harus takut terhadapNya. Pekabaran penting dari kaabah adalah bahwa Dia sangat mencintai kita clan menyediakan korban untuk kita yang menyanggupkan kita memperoleh keselamatan. Ini berarti kita dapat berdoa dengan jujur. Tidak ada bagian dan hidup kita yangtidak menarik clan tidak diperhatikan Allah. Kita dapat datang dekat kepadaNya dengan jaminan.
2. Ketika kita hidup dengan kesadaran bahwa kita hidup dalam hadirat Allah, kita akan menemukan pengampunan clan kebebasan dari rasa bersalah (10:22b). Buku Ibrani berbicara disini tentang "menyirami hati kita untuk membersihkan kita dari rasa bersalah clan membasuh tubuh kita dengan air yang murni." Hal mi tidak mengizinkan kita mengganggap mi adalah untuk kebaikan Allah, sebaliknya mi berarti bahwa ketika kita jatuh clan berbuat kesalahan, kita tidak harus bergelimang dalam kesalahan clan mengutuk diri sendiri. lngat bahwa pada awal pembelajaran kita, kita telah mlihat bahwa Allah menuntun umatNya keluar dari Mesir supaya mereka dapat berjalan tegak clan kuat. pengampunanNya memberikan kita hak istimewa yang sama, sekalipun ketika kita menderita karena rasa malu kita (sebagaimana Larry yang merasa malu kepada guru clan teman-temannya saat masuk ruang kelas dengan surat tilang dari polisi). Pekabaran dari kaabah adalah Allah ingin sekali mengampuni.
3. Perbedaan ketiga dalam cara hidup kita yaitu menyangkut pengharapan (10:23). Tinggal dalam hadirat Allah berarti mengetahui bahwa Allah itu setia: Dia memeliharajanjiNya. Oleh karena itu, kita dapat hidup dalam pengharapan bahwajanji-janji pnbadiNya kepada kita akan menjadi kenyataan. Kematian bukanlah menjadi kata yang terakhir. Kristus akan datang lagi. Berbagai luka dan sakit hati menyayat sangat dalam sehingga lukanya tak pernah disembuhkan dalam kehidupan ml, tapi kita tahu bahwa Allah akan menghapus airmata dan menciptakan satu dunia yang baru yang bebas dari dosa dan kematian. Hidup dengan akses kepada Allah adalah hidup dalam pengharapan.
4. Hdup dalam hadirat Allah sesederhana pengalaman huo seseorang secara individu. Saya bukanlah satu-satunya anak Allah. Saya memiliki saudara-saudari yang juga dikasihi oleh Allah. ltulah sebabnya mengapa hidup bersama Allah berarti hidup sebagal bagian dari satu keluarga. ml berarti mengadopsi satu pandangan baru untuk dunia.Gantmnya melihat orang lain sebagai lawan kita, kita.melihat mereka sebagai saudara clan saudani kita,bagian dari keluarga Allah. Oleh karena ttu Ibrani 10:24 mengingatkan kita untuk memikirkan bagaimana kita akan memacu orang lain berbuat kasih clan kebaikan.Kita punya tanggungjawab pada saudara-saudari kita di dunia mi. Kita perlu menuntun meneka mencapai sukacita clan pengharapan yang sama yang kita peroleh dalam Knistus.
5. Akhirnya, buku Ibrani memberikan satu instruksi dengan sangat tegas kepada mereka yang hidup dengan keyakinan dalam pekabaran tentang Imam Besar Agung yang ada di kaabah surgawi. Kita harus berkumpul bersama dalam persekutuan clan perbaktian, memberikan semangat satu dengan yang lain (10:25). Kenyataannya, penulis buku Ibrani peduli dimana sebagian orang telah meninggalkan kebiasaan mereka menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah. Hidup dalam hadirat Allah tidaklah mudah. Kita membutuhkan dorongan dari sesama umat percaya, clan mereka juga membutuhkan dorongan kita. Mereka yang menerima Yesus sebagai Imam Besar clan Juruslamatnya jangan hanya benjalan sendiri. Mereka menjadi bagian dari satu keluarga umat percaya yang harus benibadah bersama clan menguatkan satu dengan yang lain.
Barangsiapa yang mau akan selalu mendapatkan alasan untuk tetap tinggal dalam gereja. Meskipun demikian, gereja itu sendiri selalu dipenuhi dengan ketidak-sempurnaan umat manusia. Anggota gereja dan para pemimpinnya selalu membuat kesalahan, kadang kesalahan itu sangat besar. Hinga Yesus datang, gereja itu tidak akan pernah menjadi ;empurna. Tapi tidak pernah ada alasan untuk menyerah dan keluarga Allah. Buku Ibranijelas. Orang Kristen haruslah berbakti bersama clan saling menguatkan satu dengan yang lain melalui persekutuan gereja.
Tidak peduli apapun masalah yang kita hadapi digereja, adalah lebih baik kita menjadi bagian dari keluarga Allah dari pada menyendiri. Pengalaman kita hidup dalam keyakinan dan pengharapan dengan Allah perlu dipelihara karena tidak ada persekutuan lain diatas dunia mi yang dapat memberikan apa yang diberikan oleh persekutuan dalam gereja.

Amaran Terakhir
Ibrani pasal 10 berakhir dengan sebuah amaran terakhir yang sama dengan apa yang kita pelajari dalam pasal 6.Bacalah ayat 26 dan 27:
If we deliberately keep on sinning after we have received the knowledge of the truth, no sacrifice for sins is left, but only a fearful expectation of judgment and of raging fire that will consume the enemies of God. (Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.)
Buku Ibrani tidak berbicara tentang kesalahan-kesalahan yang kita semua perbuat atau bahkan beberapa hal yang terus kita tentang dalam hidup kita. Buku Ibrani berbicara mengenai sikap yang dengan sengaja menolak pekabaran itu, berpaling dari Allah, clan hidup dalam kehidupan yang penuh dosa. Mereka yang melakukan hal ml berada dalam kondisi yang Iebih buruk clan pada orang berdosa yang tidak pernah mendengarkan pekabaran mi. Mereka menodai keselamatan Allah dan menghina anugerah Allah.
Penulis prihatin bahwa para pembaca boleh jadi, dalam sikap apatis mereka, masuk ke dalam pencobaan mi. lni sangatlah tragis karena mereka telah menunjukkan jenis iman yang demikian pada waktu yang lalu, bahkanpun di hadapan penganiayaan (10:32-34). Namun ayat yang terakhir (35-39) menjelaskannya bahwa mereka bukanlah di luar pengharapan. Kenyataannya, penulis mengakhirinya dengan catatan yang positif:
But we are not of those who shrink back and are destroyed, but of those who believe and are saved. (Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan din clan binasa, tetapi orang-orang yang percaya clan yang beroleh hidup). (Ibrani 10:39)
Doa saya adalah bahwa perkataan yang sama dapat dikatakan untuk masing-masing kita juga. Karena itu adalah apa yang Allah inginkan. Dia telah menyediakan perlengkapan yang penuh untuk itu. Yesus telah dibuatnya korban. Dia telah membuka jalan untuk kita melalui tirai menuju hadirat Allah. Kiranya kita semua berada di antara mereka yang percaya dan diselamatkan.




Popular Posts