Rabu, 26 Oktober 2016



Lesson 5
JESUS -A BETTER NAME
Ibrani 1:5-2:18
(Jesus-Satu Nama Yang Lebih Baik)


Kalimat terakhir yang kita telah pelajari sebelumnya adalah bahwa Yesus memiliki sebuah nama yang lebih tinggi daripada para malaikat.pernyataan ini adalah batu loncatan untuk mempelajari hampIr 2 pasal berikutnya dalam buku Ibrani.dalam bagian ini kita akan mempelajari tentang Yesus yang di perbandingkan dengan malaikat.
Bagian ini di bagi dalam 3 bagian yang berbeda.pertama, Ibrani 1:5-14,dengan menggunakan beberapa bagian dari Perjanjian Lama,mendukung pernyataan Yesus lebih tinggi Superior) dari pada malaikat.kedua Ibrani 2:1-4,beralih dari teologi ke nasihat praktis dan amaran bagi para pembaca untuk dapat menerima pekabaran Yesus dengan serius dalam terang kebesarannya yang lebih tinggi dari pada para malaikat.dan bagian terakhir,Ibrani 2:5-18, menunjukan bahwa walaupun Yesus lebih tinggi daripada para malaikat,di suatu saat ia telah menjadi lebih rendah daripada para malaikat untuk menjadi Juruselamat kita.semua yang akan kita pelajari pada bagian ini berpusat pada Yesus dan apa yang telah di buatnya untuk kita.

Anchor text
(Ayat inti)
Itulah sebabnya,maka dalam segala hal ia harus di samakan dengan saudara-saudaranya,supaya ia menjadi imam besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. .Sebab oleh karena ia sendiri telah menderita karena percobaan,maka ia dapat menolong mereka yang dicobai (Ibrani 2:17,18).


Angels everywhere
(Malaikat Dimana-mana)
Sekarang ini, malaikat ada dimana-mana. Di TV,Majalah, Koran,buku cerita, bahkan dimasukan beberapa orang bahwa mereka pernah melihat malaikat.
Mengapa malaikat sangatlah popular? Kita hidup dalam dunia yang serba dimensi ini, manusia membutuhkan sesuatu yang nyata untuk dapat dilihat untuk menggantikan wujud fisik Allah. Dan malaikat menjadi salah satuwujud yang diharapkan mengisi kekosongan itu.
Abad pertama juga mengalamihal yang sama dengan zaman kita ini. Manusia diliputi dengan berbagai spekulasi tentang malaikat itu pun bermunculan, baik dikalangan orang-orang yahudi maupun orang kafir(gentiles). Faktanya dapat kita pelajari dalam Kolose 2:18 bahwa di zaman Kristen mula-mula ada orang yang tergoda untuk menyembah malaikat. Inilah mungkin alasannya mengapa penulis buku ibrani ingin para pembaca mengerti bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat. Dalam Ibrani 1:5-2:18 kiata menemukan diskusi tentang Yesus dengan sehubungan dengan para maliakat. Bagian pertama dari diskusi ini menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari para malaikat.

Jesus Above the Angels (1:5-14)
(Yesus Lebih Tinggi dari Para Malaikat)
Ayat-ayat ini dimulai dengan sebuah pertanyaan retorikal, pertanyaan yang sudah ada jawabannya, “kepada siapa diantara malaiktat itu, Allah pernah berkata…?” dan diikuti dengan beberapa kutipan dari Perjanjian Lama. Dalam kutipan-kutipan itu Allah memanggil Yesus Kristus sebagai Anak-Nya, pertanyaan-pertanyaan ini sangatlah bertentangan dengan pertanyaan tentang para malaikat yang dipanggil untuk melayani Anak dan adalah pelayan Allah. Jawaban pertanyaan retorikal tersebut menunjukkan bahwa Allah berbicara kepada  Anak dalam cara yang tidak pernah Ia lakukan dengan para malaikat, dan ini membuktikan bahwa Anak lebih tinggi dari para malaikat. Daftar ini menunjukkan referensi  dari Perjanjian lama untuk setiap kutipan dalam buku Ibrani:
Buku Ibrani                                                    Perjanjian Lama
1:5a                                                                             Mazmur 2:7
1:5b                                                                             II Samuel 7:14
1:6                                                                               Ulangan 23:43
1:7                                                                               Mazmur 204:4
1:8-9                                                                            Mazmur 45:6-7
1:10                                                                             Mazmur 102:25-28
1:13                                                                             Mazmur 101:1
Jika ada beberapa perbedaan dalam isi ayat-ayat kutipan maupun sumber ayat diatas ini disebabkan oleh karena penulis buku tidak menggunakan versi Perjanjian Lama terjemahan bahasa Ibrani (Herbrew) melainkan bahasa Grika.

Practical Advice (2:1-4)
(Nasihat Praktis)
Dalam lesson 1 kita telah melihat struktur buku Ibrani, ada paling sedikit 6 kali menggunakan kata “therefore” untuk mengalihkan diskusi teologikal ke nasihat praktis (2:1, 3-7; 4:16; 5:11; 10:19; dan 12:1). Mari kita mulai dari yang pertama. Yesus lebih tinggi dari pada malaikat bukan hanya konsep teologi yang menarik. Ini menuntut tindakan dari pihak kita. Ini berarti kita harus memperhatikan perkabaran-Nya itu.
Pekabaran yang diberikan di gunung Sinai kepada umat Allah di Perjanjian Lama datang melalui malaikat (lihat Kisah 7:53 dan Galatia 3:19), dan perintah itu sangatlah penting sehingga barang siapa yang melanggar akan dihukum. Betapa lebih penting lagi pekabaran ini datang bukan melalui malaikat, melainkan melalui Yesus Kristus yang lebih tinggi dari para malaikat. Dia merujuk tentunya kepada pekabaran tentang keselamatan yang kita kenal sebagai pekabaran kristiani. Pekabaran ini telah dikukuhkan oleh Kristus, oleh tanda dan mijizat, dan oleh karunia Roh Kudus. Bagaiman seseorang menolaknya?
Itulah mengapa para pembaca pertama buku Ibrani berada dalam bahaya karena sikap mereka yang menolak pekabaran itu. Bukan hanya menolak tapi juga meninggalkannya. Bahaya lainnya adalah mereka tidak membuat keputusan untuk meninggalkan Kristus. Meeka tiak menolak injil, tapi mereka dalam bahaya mengikuti arus. Untuk tetap tinggal d idalam Krisrus menuntut kesungguh-sungguhan, doa, belajar, dan berbakti. Ayat-ayat ini secara praktis memberikan nasiaht apa yang harus kita lakukan untuk tetap tinggal dalam Dia.


Jesus Lower Than Angels
(Yesus Lebih Tinggi Dari Pada Malaikat)
Setelah penekanan yang penting bahwa Yesus itu lebih tinggi dari para malaikat, sekarang nampaknya lebih ironis krena penekanan berubah menjadi Yesus lebih rendah dari malaikat. Namun ini sesungguhnya menyatakan betapa Agung Juruselamat Yesus kita itu.
Bagian ini dimulai dengan sebuah kutipan dari Mazmur 8. Dalam konteks aslinya, mazmur ini berbicara tentang langit dan menanyakan apa pentingnya manusia di alam semesta yang luas ini. Jawabannya adalah bahwa Allah membuat manusia sedikit lebih rendah dari diriNya sendiri (dalam kitab versi Septuaginta menyatakan sedikit lebih rendah dari para malaikat) dan menyerahkan segala sesuatu kepada manusia, meninggikan status manusia.
Buku Ibrani mempertanyakan kodrat ini dalam realita. Apakah segal sesuatu nampaknya di bawah kodrat manusia (ayat 8)? Jawaban yang menyertai adalah Tidak (lihat akhir ayat 8). Namun buku ibrani melanjutkan dengan menyatakan bahwa manusia yang sesungguhnya itu adalaah Yesus, dan kita melihat Dia (ayat 9). Mazmur 8 sesungguhnya adalah Dia, sekali tidak semua merujuk kepadaNya. Inilah alasannya mengapa, buku Ibrani menginterprestasikan frase Mazmur pasal 8 dalam Septuaginta dengan arti Kristus dalam waktu yang singkat menjadi lebih rendah dari pada para malaikat. Buku Ibrani juga melihat pernyataan ini memiliki tujuan suci agar supaya Dia dapat mati untuk kita dan menjadi Juruselamat kita.
Mungkin beberapa orang tergoda untuk mengagungkan malaikat lebih dari pada Kristus karena mereka nampaknya sangat indah dan di permuliakan ketika yesus mati sebagai penjahat yang di hukum dengan cara yang paling hina di abad pertama.namun,penderitaan yesus memiliki tujuan.tujuannya adalah keselamatan kita.
Ayat 10-13 mengatakan bahwa Allah menyempurkan Yesus melalui penderitaan.nampaknya aneh.bukankah Yesus itu sempurna dari awalnya? Dalam hal apa dia di buat menjadi sempurna?di sini buku Ibrani sedang berbicara tentang pekerjaanya sebagai Juruselamat.bukan karena dia itu pendosa yang membutuhkan kesempurnaa,melainkan dia harus menderita untuk menjadiJjuruselamat yang sempurna melalui penderitaannya itu.
Dia sangat mirip dengan kita dan dia tidak malu menyebut kita saudara-saudaranya (ayat 11).mungkin engkau pernah malu mengakui saudaramu,namun Yesus telah mengakui engkau sebagai saudaranya dalam keadaanmu yang paling buruk,sebagai berdosa! Ayat 12 dan 13 di kutip dari mazmur 22:22 dan yesaya 8:17,18.
Akhirnya dalam ayat 14-18 kita dapat melihat keindahan dan kemegahan arti dari Yesus adalahJjuruslamat kita.perhatikanlah setiap bagian berikut,yang mengikat kita dengannya lebih erat dan menjadikannya penyelamatannya itu efektif bagi kita:
·         Ia menjadi manusia sama seperti kita (14)
·         Ia menghancurkan kuasa iblis dan kematian(14)
Iia membebaskan kita dari perhambaan dan rasa takut dari kematin (15)
·         Dia, bukan malaikat, menolong kita (16)
·         Dia menjadi seperti kita dalam segala hal (17)
·         Dia adalah Imam Besar kita yang penuh kasih dan setia (17)
·         Dia menjadi korban penebus untuk dosa-dosa kita (17)
·         Oleh karena Dia dicobai, Dia dapat menolong kita saat kita dicobai (18)

Perhatikanlah betapa indah dan dalamnya empati pengorbanan
Kristus untuk kita. Semua orang mengenal penderitaan dan kematian. Duka cita yang tak terpikulkan saat mengalaminya. Tapi kita memiliki sang Juruselamat. Dia adalah Imam Besar yang setia. Dia dapat menolong kita oleh karena apapun penderitaan yang akan kita alami, Dia telah merasakannya.
            Seorang ibu muda yang kehilangan suaminya telah berusaha dihibur oleh banyak orang, namun tak satu pun dari kata-kata mereka mengobati luka hatinya. Hingga datang seorang ibu muda yang sebelumnya baru saja kehilangan suaminya. Ia datang dan merangkul ibu mudah ini tanpa berkata apa-apa. Mereka menangis bersama. Akhirnya mereka dapat tersenyum bersama.
            Penderitaan yang Kristus alami memampukan Dia menghibur kita. Kemenagan yang dia peroleh memampukan Dia memberikan kita pengharapan untuk masa depan kita. Itulah sebabnya nama Yesus lebih baik dari pada nama malaikat mana pun.


Popular Posts