LESSON 6
JESUS – A BETTER REST
Ibrani 3 : 1-4:13
(Yesus – Satu Hari Perhentian Yang Lebih Baik)
Pelajaran kita sebelumnya dimulai
dengan pernyata-an bahwa yesus lebih tinggi dari malaikat, tapi tidak berakhir
sampai disana. Buku ibrani terus menyoroti kemuliaan keselamatan yang dapat di
berikan oleh juruselamat yang menderita itu. Pelajaran ini dimulai dengan
pernyataan bahwa yesus lebih tinggi dari musa. Dalam pelajaran ini, keselamatan
akan dilihat dalam hubungannya dengan hari perhentian.
istilah beristirahat
mungkin kurang menarik bagi anda pelajar yang aktif, tapi pasti engkau juga
pernah mengalami saat-saat dimana engkau butuh istirahat. Jenis istirahat yang
buku rohani bicarakan lebih dari yang engkau bayangkan itu. Mari kita pelajari.
Anchor Text
(Ayat Inti)
Jadi
Masih Tersedia Suatu Hari Perhentian, Hari Ketujuh, Bagi Umat Allah. Sebab Barangsiapa
Telah Masuk Ketempat Perhentiannya, Ia Sendiri Telah Berhenti Dari Segala
Pekerjaannya, Sama Seperti Allah Berhenti Dari Pekerjaannya. Karena Itu Baiklah
Kita Berusaha Masuk Kedalam Perhentian Itu, Supaya Jangan Seorangpun Jatuh
Karena Mengikuti Conto Ketidaktaatan Itu Juga. Ibrani 4:9-11.
Who Wants Rest?
(Siapa Yang Ingin Beristirahat?)
Buku Ibrani Berbicara
Tentang Beristirahat.Istirahat Adalah Metafora Kehidupan Yang Bebas Dari
Perbudakan Atau Penindasan. Kehidupan Dalam Negri Yang Baik Penuh Susu Dan Madu
Bukan Suatu Kehidupan Yang Sukar Dan Memaksa Kita Untuk Bekerja Keras Di Tanah
Yang Asing. Kiasan Ini Berdasarkan Perhentian Dari Perbudakan Yang Allah Janjikan
Kepada Umatnya Ketika Musa Membawa Keluar Dari Mesir. Perhentian Itu Datang
Dari Suatu Oknum Yang Lebih Baik Daripada Musa.
Better Than Moses
(Lebih Baik Dari Musa)
Ibrani 3:1-6
Membandingkan Yesus Dengan Musa. Dalam Ayat 1 Orang Kristen Dimita Untuk
Memandang Yesus, Yang Adalah Rasul Dan Imam Besar Yang Menerima Pangkuan Kita. Inilah
Satu-Satunya Bagian Dalam Perjanjian Baru Yang Menyebut Yesu Sebagai Rasul. Rasul
Adalah Seseorang Yang Membawa Perkabaran Atau Utusan. Ide Bahwa Yesus Dikirim
Oleh Allah Dinyatakan Diseluruh Perjanjian Baru. Buku Ibrani Tidak Mengangkat Yesus
Sebagai Imam Besar Disini, Namun Bermula Pada Pasal 4:14 Dan Seterusnya.
Ayat 2
Mengatakan Kepada Kita Bahwa Yesus Itu Setia, Sebagaimana, Menurut Bilangan
12:7, Musa Setia Dalam Rumah Allah. Sangatlah Penting Bagi Penulis Buku Ini
Untuk Menekankan Ide Ini, Karena Penulis Akan Melanjutkan Dengan Mengamarkan
Pembacanya Tentang Bahaya Ketidaksetiaan. Namun, Meskipun Yesus Dan Musa Adsalah
Model Untuk Kesetiaan, Yesus Masih Dipermuliakan Daripada Musa. Mengapa? Buku
Ibrani Menggunakan Ilustrasi Sebuah Rumah Untuk Menjawabnya.
Meskipun Perjajanjian
Lama Mengumumkan Bahwa Musa Setia Dalam Rumah Allah, Buku Ibrani Menunjukkan
Bahwa Allah Lebih Besar Karena Ia Adalah Pembangun Rumah Itu. Musa Adalah Hamba
Yang Setia Dalam Rumah Yang Dibangun Oleh Allah. Sedangkan Kristus, Adalah Anak
Yang Setia Dalam Rumah Itu. Tentu Saja Anak Lebih Besar Daripada Hamba. Jadi,
Apa Pengaruhnya Bagi Kita? Jika Kita Percaya Kepada Kristus, Kita Adalah Rumah
Yang Allah Bangun Itu. Rumah Allah Adalah Umatnya. Kita Adalah Bagian Dari
Rumah Itu Dimana Yesus Dilayani Sebagai Anak. Dan Ingat, Kita Sudah Melihat
Bahwa Kristus Tidak Mau Mengakui Kita Sebagai Saudaranya. Ini Menjadi Gambaran
Yang Indah Tentang Apa Artinya Menjadi Bagian Dari Sebuah Gereja. Ini Berarti
Berbagi Sebuah Persekutuan Dengan Yang Lainnya Dimana Kita Adalah
Saudara-Saudari Kristus.
A Psalm Of Warning
(Sebuah Mazmur Amaran)
Dalam Ibrani
3:7 Kita Menemukan Lagi Kata Therefore (Sebab
Itu) Kemudian Beralih Ke Nasihat-Nasihat Praktis Bagi Orang Kristen. Namun Nasihat
Praktis Itu Akan Di Bahas Pada Bagian Akhir Pelajaran Ini Sebelum Memberikan
Nasihat Penulis Mengutip Sebuah Mazmur Yang Menjadi Dasar Nasihat Itu.
Mazmur Ini
Adalah 95. Mazmur Itu Terdiri Dari 2 Bagian. Bagian Pertama Adalah Nyanyian
Pujian Untuk Memuji Allah; Dan Yang Kedua Adalah Sebuah Amaran Dan Seruan. Buku
Ibrani Hanya Mengutip Bagian Kedua Itu. Mazmur Ini Membawa Pembaca Kembali Ke
Zaman Keluarnya Bangsa Israel Dari Mesir, Ketika Allah Menuntun Umatnya Keluar
Dari Perhambaan Dan Pekerjaan Yang Berat Dan Menjanjikan Kepada Mereka Sebuah
Negri Yang Baru Dan Kehidupan Yang Lebih Baik Sehingga Allah Menyebutnya “
Memasuki Perhentiannya “ Tapi Mazmur Itu Berkata Bahwa Umatnya Tidak
Sungguh-Sungguh Memasuki Perhentian Itu Oleh Karena Ketidak-Setiaan Dan Ketidak
Menurutan Mereka. Jadi, Setelah Pemberomtakan Mereka Di Padang Belantara, Allah
Berkata, “Mereka Tidak Akan Memasuki Perhentianku” Tapi Pemazmur, Yang Menulis
Berabad-Abad Setelah Keluaran, Memanggil Kepada Para Pembaca “Hari Ini” Untuk
Memasuki Hari Perhentian Itu Dengan Cara Setia Kepada Allah.
Buku Ibrani Memperbaharui
Kata “Hari Ini” Dan Memperbaharui Amaran Dan Janji Ini Bagi Orang Kristen, Sama
Juga Seperti Yang Para Pengkotbah Lakukan Dengan Alkitab. Mareka Mengambil
Beberapa Ayat Yang Di Tuliskan Oleh Umat-Umat Allah Zaman Dahulu Dan
Menyatakannya Kembali Kepada Para Pendengarnya Sebagai Perkataan Allah Yang
Diterapkan Bagi Mereka. Menurut Buku Ibrani, Umat Allah Tidak Sungguh-Sungguh
Mendapatkan Perhentian Di Zaman Musa Dan Yosua Atau Di Zaman Daud. Tetapi Umat Allah
Dapat Memperoleh Perhentian Ini Sekarang – Tapi Hanya Jika Mereka Setia Dalam
Cara Yang Tidak Dilakukan Oleh Umat Allah Zaman Dahulu.
Demikianlah Buku
Ibrani Mengamarkan Pembaca Kristennya Tentang Masalah Ketidaksetiaan Dalam
Pasal 3:12-19. Penulis Menggunakan Pengertian Literal Untuk Menjelaskan Bagian
Ini. Pengertian Ini Disebut “Inclusio”. Kata
Ini Secara Sederhana Berarti Di Awal Dan Di Akhir Menggunakan Kata Atau Ide
Yang Sama Agar Ide Diantaranya Dibungkus Oleh Ide Pokok. Dalam Ayat 12 Dan 19
Kita Menemukan Dalam Bahasa Grika Kata Apistia. Banyak Terjemahan Inggris Mangartikan
Kata Kata Unbelief (Tidak Percaya) Atau
Disbelief (Ketidak-Percayaan). Ini Sebenarnya
Salah Pengertian. Kata Itu Sebenarnya Berarti “A Lack Of Faithfulness
(Kehilangan Kesetiaan)”. Kata Itu Juga Yang Digunakan Untuk Kesetiaan Yesus Dan
Musa.
The Promised Rest Still Possible
(Perhentian Yang Dijanjikan Masih Tetap Ada)
Dalam Ibrani
4:1-11, Kita Menemukan Bahwa Janji Untuk Memasuki Perhentian Allah Masih Tetap
Terbuka. Meskipun Umat Allah Di Masa Lampau Gagal Mencapainya, Kita Bisa. Kenyataannya,
Menurut Ayat 3, Orang Kristen Yang Percaya Telah Memasukinya, Paling Tidak
Sesuatu Yang Setingkat Dengan Itu. Sebenarnya, Kata Believe (Percaya) Dalam
Ayat-Ayat Ini Adalah Bentuk Kata Kerja Yang Akar Aktanya Sama Dengan Kata
Faitful (Setia) Dan Unfaithful (Tidak Setia) Di Atas. Mereka Adalah Orng-Orang Kristen
Yang Setia Kepada Kristus Yang Telah Memasuki Perhentian Allah. Sementara Ayat
9 Menunjukkan Bahwa Perhentian Ini Sesungguhnya Menjadi Suatu Kenyataan Hingga
Masa Yang Akan Datang. Ini Berhubungan Dengan Masa Sekaran Dan Masa Depan. Bagaimana
Kita Memahaminya?
Perkabaran Ini
Sangatlah Konsisten Di Seluruh Bagian Di Perjanjian Baru. Apakah Keslamatan Itu
Di Bicarakan Sebagai Satu Perhentian, Atau Sebuah Kehidupan Kekal, Atau Satu
Dunia Baru, Sangat Kecenderungan Hal Itu Berhubungan Dengan Masa Kini Dan Masa
Depan. Keslamatan Adalah Masa Kini, Tapi Kita Menunggu Pengertian Sepenuhnya
Dari Kehidupan Kekal Dimasa Yang Akan Datang. Menurut Perjanjian Baru,
Rentangan Antara Sekarang Dan Belum Tetap Ada Pada Tingkat Perorangan Maupun
Alam Semesta. Hal Ini Benar Bagi Sejarah Dunia Dan Juga Bagi Pengalaman Pribadi
Kita. Engkau Telah
Memahammi Bahwa, Di Suatu Sisi Oleh Karena Kemenangan Yesus Di Salib, Dunia
Sekarang Berada Pada Dunia Yang Baru, Dan Kita Telah Menemukan Keselamatan. Namun
Kita Juga Percaya Bahwa Hasil Sepenuhnya Dari Kemenangan Kristus Di Nantikan
Hingga Keatangan Kristus Yang Kedua Kali. Dimana Keseluruhan Bumi Ini Akan
Diperbaharui Dan Dibebbaskan Dari Penderitaan Dan Kematian Dan Kita Akan
Diubahkan Dan Menemukan Pengamalaman Keselamatan Yang Baru Dimana Kita Dapat
Bertatapan Muka Dengan Muka Bersama Kristus Kita Jangan Meremehkan Pentingnya
Aspek Keselamatan Yang Sudah Ada Ini. Kebangkitan Kristus Adalah Skor Yang
Menentukan Dalam Pertentangan Besar Di Alam Semesta Ini, Antara Kristus Dan
Setan Masa Depan Duni Tidak Lagi Diragukan. Dan Selama Kita Percaya Pada
Kristus Dan Setia Kepada-Nya Masa Depan Kitapun Tidak Lagi Diragukan
Kenyataanya, Jika Kita Percaya Kepada Kristus Kepercayaan Itu Akan Mengubah
Hidup Kita Sebaik Mungkin Dan Memungkinkan Kita Hidup Dalam Kehidupan Yang Baru
Yang Penuh Harapan Dan Allah Adalah Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Masa
Sekarang Dan Masa Yang Akan Datang
Sekarang Kita Perlu Menyelidiki
Lebih Rinci Tentang Arti Dari Perhentian Ini Yang Dijanjikan Kepada Kita Ini
Berarti Suatu Negeri Dimana Kehidupan Dijalankan Sebagaimana Yang Allah
Inginkan. Dalam Ayat 9 Perhentian Dibandingkan Dengan Perhentian Yang Datang
Pada Hari Sabat Buku Ibrani Memberikan Tantangan Yang Besar Sebab Allah Tahu
Betapa Penting Bagi-Nya Dan Bagi Kita Untuk Memasuki Perhentian Itu.Inilah Perhentian
Sabat Yang Masih Ada Untuk Allah. Memeliharanya Adalah Permulaana Kita
Menikmati Pengalaman Berjalan Bersama-Nya Setiap Hari Lebih Dari Itu Perhentian
Kekal Dikerajaan-Nya Adalah Pemberian Cuma-Cuma Bagi Kita Jika Kita Tetap
Memandang Kepada Yesus Imam Besar Kita Yang Setia