Rabu, 26 Oktober 2016



LESSON 6
JESUS – A BETTER REST
Ibrani 3 : 1-4:13
(Yesus – Satu Hari Perhentian Yang Lebih Baik)

          Pelajaran kita sebelumnya dimulai dengan pernyata-an bahwa yesus lebih tinggi dari malaikat, tapi tidak berakhir sampai disana. Buku ibrani terus menyoroti kemuliaan keselamatan yang dapat di berikan oleh juruselamat yang menderita itu. Pelajaran ini dimulai dengan pernyataan bahwa yesus lebih tinggi dari musa. Dalam pelajaran ini, keselamatan akan dilihat dalam hubungannya dengan hari perhentian.
            istilah beristirahat mungkin kurang menarik bagi anda pelajar yang aktif, tapi pasti engkau juga pernah mengalami saat-saat dimana engkau butuh istirahat. Jenis istirahat yang buku rohani bicarakan lebih dari yang engkau bayangkan itu. Mari kita pelajari.

Anchor Text
(Ayat Inti)
                        Jadi Masih Tersedia Suatu Hari Perhentian, Hari Ketujuh, Bagi Umat Allah. Sebab Barangsiapa Telah Masuk Ketempat Perhentiannya, Ia Sendiri Telah Berhenti Dari Segala Pekerjaannya, Sama Seperti Allah Berhenti Dari Pekerjaannya. Karena Itu Baiklah Kita Berusaha Masuk Kedalam Perhentian Itu, Supaya Jangan Seorangpun Jatuh Karena Mengikuti Conto Ketidaktaatan Itu Juga. Ibrani 4:9-11.

Who Wants Rest?
(Siapa Yang Ingin Beristirahat?)
            Buku Ibrani Berbicara Tentang Beristirahat.Istirahat Adalah Metafora Kehidupan Yang Bebas Dari Perbudakan Atau Penindasan. Kehidupan Dalam Negri Yang Baik Penuh Susu Dan Madu Bukan Suatu Kehidupan Yang Sukar Dan Memaksa Kita Untuk Bekerja Keras Di Tanah Yang Asing. Kiasan Ini Berdasarkan Perhentian Dari Perbudakan Yang Allah Janjikan Kepada Umatnya Ketika Musa Membawa Keluar Dari Mesir. Perhentian Itu Datang Dari Suatu Oknum Yang Lebih Baik Daripada Musa.

Better Than Moses
(Lebih Baik Dari Musa)
            Ibrani 3:1-6 Membandingkan Yesus Dengan Musa. Dalam Ayat 1 Orang Kristen Dimita Untuk Memandang Yesus, Yang Adalah Rasul Dan Imam Besar Yang Menerima Pangkuan Kita. Inilah Satu-Satunya Bagian Dalam Perjanjian Baru Yang Menyebut Yesu Sebagai Rasul. Rasul Adalah Seseorang Yang Membawa Perkabaran Atau Utusan. Ide Bahwa Yesus Dikirim Oleh Allah Dinyatakan Diseluruh Perjanjian Baru. Buku Ibrani Tidak Mengangkat Yesus Sebagai Imam Besar Disini, Namun Bermula Pada Pasal 4:14 Dan Seterusnya.
            Ayat 2 Mengatakan Kepada Kita Bahwa Yesus Itu Setia, Sebagaimana, Menurut Bilangan 12:7, Musa Setia Dalam Rumah Allah. Sangatlah Penting Bagi Penulis Buku Ini Untuk Menekankan Ide Ini, Karena Penulis Akan Melanjutkan Dengan Mengamarkan Pembacanya Tentang Bahaya Ketidaksetiaan. Namun, Meskipun Yesus Dan Musa Adsalah Model Untuk Kesetiaan, Yesus Masih Dipermuliakan Daripada Musa. Mengapa? Buku Ibrani Menggunakan Ilustrasi Sebuah Rumah Untuk Menjawabnya.
            Meskipun Perjajanjian Lama Mengumumkan Bahwa Musa Setia Dalam Rumah Allah, Buku Ibrani Menunjukkan Bahwa Allah Lebih Besar Karena Ia Adalah Pembangun Rumah Itu. Musa Adalah Hamba Yang Setia Dalam Rumah Yang Dibangun Oleh Allah. Sedangkan Kristus, Adalah Anak Yang Setia Dalam Rumah Itu. Tentu Saja Anak Lebih Besar Daripada Hamba. Jadi, Apa Pengaruhnya Bagi Kita? Jika Kita Percaya Kepada Kristus, Kita Adalah Rumah Yang Allah Bangun Itu. Rumah Allah Adalah Umatnya. Kita Adalah Bagian Dari Rumah Itu Dimana Yesus Dilayani Sebagai Anak. Dan Ingat, Kita Sudah Melihat Bahwa Kristus Tidak Mau Mengakui Kita Sebagai Saudaranya. Ini Menjadi Gambaran Yang Indah Tentang Apa Artinya Menjadi Bagian Dari Sebuah Gereja. Ini Berarti Berbagi Sebuah Persekutuan Dengan Yang Lainnya Dimana Kita Adalah Saudara-Saudari Kristus.
           
A Psalm Of Warning
(Sebuah Mazmur Amaran)
            Dalam Ibrani 3:7 Kita Menemukan Lagi Kata Therefore (Sebab Itu) Kemudian Beralih Ke Nasihat-Nasihat Praktis Bagi Orang Kristen. Namun Nasihat Praktis Itu Akan Di Bahas Pada Bagian Akhir Pelajaran Ini Sebelum Memberikan Nasihat Penulis Mengutip Sebuah Mazmur Yang Menjadi Dasar Nasihat Itu.
            Mazmur Ini Adalah 95. Mazmur Itu Terdiri Dari 2 Bagian. Bagian Pertama Adalah Nyanyian Pujian Untuk Memuji Allah; Dan Yang Kedua Adalah Sebuah Amaran Dan Seruan. Buku Ibrani Hanya Mengutip Bagian Kedua Itu. Mazmur Ini Membawa Pembaca Kembali Ke Zaman Keluarnya Bangsa Israel Dari Mesir, Ketika Allah Menuntun Umatnya Keluar Dari Perhambaan Dan Pekerjaan Yang Berat Dan Menjanjikan Kepada Mereka Sebuah Negri Yang Baru Dan Kehidupan Yang Lebih Baik Sehingga Allah Menyebutnya “ Memasuki Perhentiannya “ Tapi Mazmur Itu Berkata Bahwa Umatnya Tidak Sungguh-Sungguh Memasuki Perhentian Itu Oleh Karena Ketidak-Setiaan Dan Ketidak Menurutan Mereka. Jadi, Setelah Pemberomtakan Mereka Di Padang Belantara, Allah Berkata, “Mereka Tidak Akan Memasuki Perhentianku” Tapi Pemazmur, Yang Menulis Berabad-Abad Setelah Keluaran, Memanggil Kepada Para Pembaca “Hari Ini” Untuk Memasuki Hari Perhentian Itu Dengan Cara Setia Kepada Allah.   
            Buku Ibrani Memperbaharui Kata “Hari Ini” Dan Memperbaharui Amaran Dan Janji Ini Bagi Orang Kristen, Sama Juga Seperti Yang Para Pengkotbah Lakukan Dengan Alkitab. Mareka Mengambil Beberapa Ayat Yang Di Tuliskan Oleh Umat-Umat Allah Zaman Dahulu Dan Menyatakannya Kembali Kepada Para Pendengarnya Sebagai Perkataan Allah Yang Diterapkan Bagi Mereka. Menurut Buku Ibrani, Umat Allah Tidak Sungguh-Sungguh Mendapatkan Perhentian Di Zaman Musa Dan Yosua Atau Di Zaman Daud. Tetapi Umat Allah Dapat Memperoleh Perhentian Ini Sekarang – Tapi Hanya Jika Mereka Setia Dalam Cara Yang Tidak Dilakukan Oleh Umat Allah Zaman Dahulu.
            Demikianlah Buku Ibrani Mengamarkan Pembaca Kristennya Tentang Masalah Ketidaksetiaan Dalam Pasal 3:12-19. Penulis Menggunakan Pengertian Literal Untuk Menjelaskan Bagian Ini. Pengertian Ini Disebut “Inclusio”. Kata Ini Secara Sederhana Berarti Di Awal Dan Di Akhir Menggunakan Kata Atau Ide Yang Sama Agar Ide Diantaranya Dibungkus Oleh Ide Pokok. Dalam Ayat 12 Dan 19 Kita Menemukan Dalam Bahasa Grika Kata Apistia. Banyak Terjemahan Inggris Mangartikan Kata Kata Unbelief (Tidak Percaya) Atau Disbelief (Ketidak-Percayaan). Ini Sebenarnya Salah Pengertian. Kata Itu Sebenarnya Berarti “A Lack Of Faithfulness (Kehilangan Kesetiaan)”. Kata Itu Juga Yang Digunakan Untuk Kesetiaan Yesus Dan Musa.

The Promised Rest Still Possible
(Perhentian Yang Dijanjikan Masih Tetap Ada)
            Dalam Ibrani 4:1-11, Kita Menemukan Bahwa Janji Untuk Memasuki Perhentian Allah Masih Tetap Terbuka. Meskipun Umat Allah Di Masa Lampau Gagal Mencapainya, Kita Bisa. Kenyataannya, Menurut Ayat 3, Orang Kristen Yang Percaya Telah Memasukinya, Paling Tidak Sesuatu Yang Setingkat Dengan Itu. Sebenarnya, Kata Believe (Percaya) Dalam Ayat-Ayat Ini Adalah Bentuk Kata Kerja Yang Akar Aktanya Sama Dengan Kata Faitful (Setia) Dan Unfaithful (Tidak Setia) Di Atas. Mereka Adalah Orng-Orang Kristen Yang Setia Kepada Kristus Yang Telah Memasuki Perhentian Allah. Sementara Ayat 9 Menunjukkan Bahwa Perhentian Ini Sesungguhnya Menjadi Suatu Kenyataan Hingga Masa Yang Akan Datang. Ini Berhubungan Dengan Masa Sekaran Dan Masa Depan. Bagaimana Kita Memahaminya?
            Perkabaran Ini Sangatlah Konsisten Di Seluruh Bagian Di Perjanjian Baru. Apakah Keslamatan Itu Di Bicarakan Sebagai Satu Perhentian, Atau Sebuah Kehidupan Kekal, Atau Satu Dunia Baru, Sangat Kecenderungan Hal Itu Berhubungan Dengan Masa Kini Dan Masa Depan. Keslamatan Adalah Masa Kini, Tapi Kita Menunggu Pengertian Sepenuhnya Dari Kehidupan Kekal Dimasa Yang Akan Datang. Menurut Perjanjian Baru, Rentangan Antara Sekarang Dan Belum Tetap Ada Pada Tingkat Perorangan Maupun Alam Semesta. Hal Ini Benar Bagi Sejarah Dunia Dan Juga Bagi Pengalaman Pribadi Kita.  Engkau Telah Memahammi Bahwa, Di Suatu Sisi Oleh Karena Kemenangan Yesus Di Salib, Dunia Sekarang Berada Pada Dunia Yang Baru, Dan Kita Telah Menemukan Keselamatan. Namun Kita Juga Percaya Bahwa Hasil Sepenuhnya Dari Kemenangan Kristus Di Nantikan Hingga Keatangan Kristus Yang Kedua Kali. Dimana Keseluruhan Bumi Ini Akan Diperbaharui Dan Dibebbaskan Dari Penderitaan Dan Kematian Dan Kita Akan Diubahkan Dan Menemukan Pengamalaman Keselamatan Yang Baru Dimana Kita Dapat Bertatapan Muka Dengan Muka Bersama Kristus Kita Jangan Meremehkan Pentingnya Aspek Keselamatan Yang Sudah Ada Ini. Kebangkitan Kristus Adalah Skor Yang Menentukan Dalam Pertentangan Besar Di Alam Semesta Ini, Antara Kristus Dan Setan Masa Depan Duni Tidak Lagi Diragukan. Dan Selama Kita Percaya Pada Kristus Dan Setia Kepada-Nya Masa Depan Kitapun Tidak Lagi Diragukan Kenyataanya, Jika Kita Percaya Kepada Kristus Kepercayaan Itu Akan Mengubah Hidup Kita Sebaik Mungkin Dan Memungkinkan Kita Hidup Dalam Kehidupan Yang Baru Yang Penuh Harapan Dan Allah Adalah Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Masa Sekarang Dan Masa Yang Akan Datang

Sekarang Kita Perlu Menyelidiki Lebih Rinci Tentang Arti Dari Perhentian Ini Yang Dijanjikan Kepada Kita Ini Berarti Suatu Negeri Dimana Kehidupan Dijalankan Sebagaimana Yang Allah Inginkan. Dalam Ayat 9 Perhentian Dibandingkan Dengan Perhentian Yang Datang Pada Hari Sabat Buku Ibrani Memberikan Tantangan Yang Besar Sebab Allah Tahu Betapa Penting Bagi-Nya Dan Bagi Kita Untuk Memasuki Perhentian Itu.Inilah Perhentian Sabat Yang Masih Ada Untuk Allah. Memeliharanya Adalah Permulaana Kita Menikmati Pengalaman Berjalan Bersama-Nya Setiap Hari Lebih Dari Itu Perhentian Kekal Dikerajaan-Nya Adalah Pemberian Cuma-Cuma Bagi Kita Jika Kita Tetap Memandang Kepada Yesus Imam Besar Kita Yang Setia

Popular Posts