SIN, SACRIFICE, AND SALVATION IN THE
OLD TESTAMENT
Strange
Worship
(Peribadatan yang Aneh)
Coba engkau bayangkan bagaimana
ngerinya menyembelih seekor hewan seperti domba. Menggeletakkannya clan
menindihnya, kemudian 1Wiyamenggelepar clan mati. Bukankah jika itu harus
dilakukan di dalam gereja dalam satu acara ibadah? Tapi mengapa Allah
menginstruksikan umatNya di zaman Perjanjian Lama untuk mempraktekkannya?
When Sin Got Started
(Ketika dosa dimulai) Kita harus
terIebih dahuIu memahami sifat dosa, bagaimana dosa itu masuk ke dalam dunia.
Seperti yang kita lihat. dalam buku kejadian, ketika Allah menciptakan dunia
mi, Dia memberikan manusia kemampuan untuk mengatakan Ya atau Tidak kepada-Nya,
untuk menyatakan pilihan mereka. Akankah mereka mampu menahan diri untuk tidak
makan buah clan hanya salah satu pohon dalam taman itu? Ketika ular mencobai
Hawa, dia tidak hanya membuat Hawa berpikir bahwa buah itu balk untuk dimakan,
tapi juga dia menuntun Hawa untuk berpikir bahwa buah itu akan menjadikannya
bijaksana clan me lebih baik dari keadaanya sekarang (kejadian 3:4-6).
justru kebalikannya. Bukannya
meréka menjadi seperti Allah, melinkan mereka terpisah clan Allah, satu-satunya
sumber kehidupan. Mereka menjadi malu karena telanjang, clan mereka bersembunyi
di hadapan Allah. Dosa telah memisahkan mereka clan Allah clan clan kehidupan.
Keselamatan hanya dapat datang clan inisiatif Allah sendiri. Tapi, Allah
sendinipun bukan hanya sei UaT Me—riitunyikp4 ri (sna ip) dan semua slesai.
perdamaian agar manusia mem harapan kehidupan lagi Allah telah menjanjukan
penebusan itu, -n oleh karena itu la melakukannya untuk manusia (Kejadian 3:15) -
God's Plan
(Rencana Allah) Dalam
kebijaksanaanNya yang tak terbatas itu, Allah telah tnerancang satu rencana
untuk menyediakan keselamatan oleh inisiatif anugerahNya sendiri. Dia akan
méngirim anaktunggalNya untuk mati dan mengalami kengerian akibat dosa.
Kenyataan ml bukan hanya untuk menyelamatkan manusia dan menyatakan apa
sesungguhnya akibat dosa itu kepada manusia, tapi juga menyatakan betapa besar
harga yang harus Allah bayar untuk menyelamatkan manusia. la harus mengorbankan
AnakNya sendiri. Pada saat yang bersamaan Allah dapat menyelamatkan manusia,
dan menunjukkan kepada manusia akan kasihNya, juga menunjukkap kepada mereka
sifat dosa yang kejam itu. Paulus berkata, Allah membuat Kristus "menjadi
dosa karena kita" supaya di dalam Diakita dibenarkan oleh Allah. (II
Kotintus 5:21)
Dalam Perjanjian Baru pun, tidak ada penjelasan secara rind
bagaimana penebusanNya itu terjadi. Allah menggunakan banyak ilustrasi untuk
menolong kita mengerti, Yesus adalah Subtitute (pengganti kita), Redeemer
(penebus kita [seseorangymernbebaskan seorang Hakim yang membebaskan kita
(dalam istilah (reconciliation). Sebelum Kristus datang, sangat sukar orang
mengerti bagáiñiana penebusan Allah itu.
Sacrifices
(Korban-korban)
Salah satu ilustrasi vaj)gjgunakan
Allah adalah sistem upacara korban. Korban rnengingatkanumat Allah
tentangharapan yang dari Allah,
bukan-dari diri mereka sendiri. üiian kepada mereka itu datar dã1am diri mereka
sendiri, melainkan dan luar diri mereka dan sangatlah berharga. Dosa mereka
membawa pemisahan dan kematian, dan korban membuat mereka dapat melihat dengan
jelas hubungan antara dosa dan kematian. Korban harian di kaabah, sama juga
seperti upacara korban tahunan yaitu Paskah dan Han Pendamaian, membenikan bagi
bangsa Israel sekilas pandangan tentang maksud Allah menyediakan keselamatan
bagi manusia yang berdosa.
Tetapi bukan hanya berakhir pada
korban itu sendiri, seperti ilustrasi Iainnya korban juga punya sism yang
negatif atau berbahaya. Salah satu bahaya akibat adanya korban yaitu bangsa
Israel berpikir bahwa oleh karena mereka mempersembahkan korban dan melakukan
segala yang mereka harus lakukan di kaabah setiap han, maka segala sesuatunya
selesai. Mereka mempersembahkan korban mereka dengan cara yang benar namun
menjalani kehidupan mereka dengan cara yang salah. Di zaman Yesaya misalnya,
umat Allah bertindak tidak adil dan kejam. Mereka menekan orang-orang miskin
dan menindas para janda untuk keuntungan mereka. Tapi mereka berpikir segala
sesuatunya balk-balk saja karena mereka setiamemberikan korban. Yesaya
memberitahukan mereka bahwa Allah membenci korban-korban mereka
karekahJduptidak sekalipunjcta.khtiiriyang adil dan mencintaetiaan serta hidup
rendah hati ch hadapan Allah (Mikha 6:6-8).
Bayangkan seorang pemain sepak bola
yang tetah berupaya untuk dapat menjadi anggota tim kebanggaannya. Akhirnya Ia
berhasil masuk dan mendapatkan kostum dari tim kebanggaan tersebut dan
diizinkan untuk ikut bermain dalam perlombaan. Namun, apa yang dilakukannya di
lapangan? la hanya membanggakan kostum yang digunakannya, keberadaannya dalam
tim yang selalu menang, tapi tidak melakukan apa-apa untuk tim itu agar dapat
memperoleh kemenangan. Begitu sering umat Allah hanya menggunakan agama sebagai
penampilan luar saja, tapi tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah dantidak
melakukan hal-hal yang adalah kewajiban umat Allah.
Hal yang berbahaya lainnya dapat muncul dari sistem korban
adalah mereka berpikir bahwa keselamatan itu mereka peroleh karena usaha mereka
yang
Allah bagi mereka. Oleh karena itu didalam buku keluaran
Allah menyatakan dirinya sebagai penebus mereka yang berinisiatif untuk
menyelamatkan mereka. Bukan karena usaha mereka melainkan oleh karena kasih
karuniaNya. Kenyataannya, kita sering melupakan bagian yang sangat penting dan
ke-Sepuluh printah Allah ini. Pernyataan Allah ini sering tidak diikutsertakan
oleh umatnya saat mengutip ke-sepuluh printah Allah itu. Kita biasanya
melupakan kata-kata di awal ke-Sepuluh printah Allah mi padahal kata-kata mi
dapat menolong kita untuk memiliki pandangan yang benar tentang sepuluh hukum
itu.
The Ten Commandments
(Ke-Sepuluh Printah Allah)
Semua orang tahu bahwa
menghilangkan salah satu kata saja dan ke-sepuluh prmntah Allah itu akan
mengakibatkan hal yang berbahaya. Satu peristiwa terjadi di salah satu gereja
kecil di Los Angeles. Ketika Sabat pagi di acara Sekolah Sabat ada beberapa
pasang keluarga muda menghadiri gereja itu pertamakalinya. . Tiba-tiba setelah
sepasang suami-istri saling berbisik sambil menunjuk ke bagian depan gereja,
mereka tertawa yang lainnya bingung. Suami-istri yang tertawa itu kemudian
berbisik lagi kepada yang lainnya dan mereka tertawa. Semakin lama semakin
banyak orang yang tertawa. Akhirnya pemimpin acara akhirnya pemimpin acara
berhenti sejenak dan mencari tahu apa yang membuat mereka tertawa. Hukum (dalam
bahasa Inggris) yang ada di bagian depan gereja kekurangan hanya satu kata
yaitu note pada kalimat,~~"Thou shalt covet tb- -neighbor-'s !~~~fe"
Yang seharusnya 'Thous shalt not covet thy neighbor's wife' artinya Jangan
jangan mengingini isrti tetangga mu.
Kita sering kehilangan bukan hanya
satu kata melainkan satu bagian yang penting dari Sepuluh Perintah Allah itu,
yakni bagman yang pertama. "Lalu Allah mengucapkan sejalafirmanini:Akulah
Tlh,yangmembawaengkaukeivardaritanah Mesir,danitempatperbudakan."
Sebenarnya, kalimat mi sangat penting dalam kehidupan umat-umat percaya.
Kalimat mi menyatakan bahwa penintah Allah itu adalah petunjuk gaya hiclup umat
Allah yan telah men adari bahwa mereka telah diselamatkan oleh anugera Allah.
Kasih karunia itu telah ada mendahului hukum/perintahNya.
One god of grace(allah kasih karunia)
Allah hanya memiliki satu metode
penyelamatan. Baik di perjanjian lama maupun perjanjian baru, atau pun di zaman
kita ini, semua diselamatkan oleh kasih karunia Allah. System upacara kurban
hanyalah untuk menunjukan kasih karunia Allah itu. Kabar baik kasih karunia Allah
itu memiliki implikasi penting bagi cara kita memahami karakter Allah. Juka
allah selalu menyelamatkan umatnya dengan kasih karunia, kita mengenal allah
adalah Allah kasih karunia dari awal hingga akhir baik perjanjian lama maupun
perjanjian baru. Dialah Allah yang mengasihi manusia dan menginginkan
keselamatan meraka, dan oleh karna itu bekerja untuk keselamatan mereka. Ketika
ia menuntun umatnya melewati laut merah maupun ketika ia memberikan anak
tunggalnya untuk mati di salib bagi mereka. Ia adalah tetap Allah yang sama,
Allah yang mengasihi.
Pada abad pertama ketika Yesus
hidup didunia dan buku ibrani di tulis, dan orang yahudi tidak dapat memberikan
korban seperti biasanya. Kita akan mempelajari mengapa demikian pada pelajaran
berikut. System korban masi terus berlangsung di Yerusalem, tetapi mereka yang
tinggal jauh tidak dapat ke yerusalem setiap hari untuk mempersembahkan
korban-Nya, bahkan untuk pendamaian yang telah di tentukan untuk keselamatan,
telah di buat disalib, dan kaabah lainnya, kaabah sorgawi, dimana Yesus
melayani sekarang.