Rabu, 26 Oktober 2016



SIN, SACRIFICE, AND SALVATION IN THE OLD TESTAMENT

Strange Worship
(Peribadatan yang Aneh)              
Coba engkau bayangkan bagaimana ngerinya menyembelih seekor hewan seperti domba. Menggeletakkannya clan menindihnya, kemudian 1Wiyamenggelepar clan mati. Bukankah jika itu harus dilakukan di dalam gereja dalam satu acara ibadah? Tapi mengapa Allah menginstruksikan umatNya di zaman Perjanjian Lama untuk mempraktekkannya?     
When Sin Got Started
(Ketika dosa dimulai) Kita harus terIebih dahuIu memahami sifat dosa, bagaimana dosa itu masuk ke dalam dunia. Seperti yang kita lihat. dalam buku kejadian, ketika Allah menciptakan dunia mi, Dia memberikan manusia kemampuan untuk mengatakan Ya atau Tidak kepada-Nya, untuk menyatakan pilihan mereka. Akankah mereka mampu menahan diri untuk tidak makan buah clan hanya salah satu pohon dalam taman itu? Ketika ular mencobai Hawa, dia tidak hanya membuat Hawa berpikir bahwa buah itu balk untuk dimakan, tapi juga dia menuntun Hawa untuk berpikir bahwa buah itu akan menjadikannya bijaksana clan me lebih baik dari keadaanya sekarang (kejadian 3:4-6).
justru kebalikannya. Bukannya meréka menjadi seperti Allah, melinkan mereka terpisah clan Allah, satu-satunya sumber kehidupan. Mereka menjadi malu karena telanjang, clan mereka bersembunyi di hadapan Allah. Dosa telah memisahkan mereka clan Allah clan clan kehidupan. Keselamatan hanya dapat datang clan inisiatif Allah sendiri. Tapi, Allah sendinipun bukan hanya sei UaT Me—riitunyikp4 ri (sna ip) dan semua slesai. perdamaian agar manusia mem harapan kehidupan lagi Allah telah menjanjukan penebusan itu, -n oleh karena itu la melakukannya untuk manusia (Kejadian 3:15)                -
 God's Plan
(Rencana Allah) Dalam kebijaksanaanNya yang tak terbatas itu, Allah telah tnerancang satu rencana untuk menyediakan keselamatan oleh inisiatif anugerahNya sendiri. Dia akan méngirim anaktunggalNya untuk mati dan mengalami kengerian akibat dosa. Kenyataan ml bukan hanya untuk menyelamatkan manusia dan menyatakan apa sesungguhnya akibat dosa itu kepada manusia, tapi juga menyatakan betapa besar harga yang harus Allah bayar untuk menyelamatkan manusia. la harus mengorbankan AnakNya sendiri. Pada saat yang bersamaan Allah dapat menyelamatkan manusia, dan menunjukkan kepada manusia akan kasihNya, juga menunjukkap kepada mereka sifat dosa yang kejam itu. Paulus berkata, Allah membuat Kristus "menjadi dosa karena kita" supaya di dalam Diakita dibenarkan oleh Allah. (II Kotintus 5:21)
Dalam Perjanjian Baru pun, tidak ada penjelasan secara rind bagaimana penebusanNya itu terjadi. Allah menggunakan banyak ilustrasi untuk menolong kita mengerti, Yesus adalah Subtitute (pengganti kita), Redeemer (penebus kita [seseorangymernbebaskan seorang Hakim yang membebaskan kita (dalam istilah (reconciliation). Sebelum Kristus datang, sangat sukar orang mengerti bagáiñiana penebusan Allah itu.

 Sacrifices
(Korban-korban)
Salah satu ilustrasi vaj)gjgunakan Allah adalah sistem upacara korban. Korban rnengingatkanumat Allah tentangharapan yang     dari Allah, bukan-dari diri mereka sendiri. üiian kepada mereka itu datar dã1am diri mereka sendiri, melainkan dan luar diri mereka dan sangatlah berharga. Dosa mereka membawa pemisahan dan kematian, dan korban membuat mereka dapat melihat dengan jelas hubungan antara dosa dan kematian. Korban harian di kaabah, sama juga seperti upacara korban tahunan yaitu Paskah dan Han Pendamaian, membenikan bagi bangsa Israel sekilas pandangan tentang maksud Allah menyediakan keselamatan bagi manusia yang berdosa.
Tetapi bukan hanya berakhir pada korban itu sendiri, seperti ilustrasi Iainnya korban juga punya sism yang negatif atau berbahaya. Salah satu bahaya akibat adanya korban yaitu bangsa Israel berpikir bahwa oleh karena mereka mempersembahkan korban dan melakukan segala yang mereka harus lakukan di kaabah setiap han, maka segala sesuatunya selesai. Mereka mempersembahkan korban mereka dengan cara yang benar namun menjalani kehidupan mereka dengan cara yang salah. Di zaman Yesaya misalnya, umat Allah bertindak tidak adil dan kejam. Mereka menekan orang-orang miskin dan menindas para janda untuk keuntungan mereka. Tapi mereka berpikir segala sesuatunya balk-balk saja karena mereka setiamemberikan korban. Yesaya memberitahukan mereka bahwa Allah membenci korban-korban mereka karekahJduptidak sekalipunjcta.khtiiriyang adil dan mencintaetiaan serta hidup rendah hati ch hadapan Allah (Mikha 6:6-8).
Bayangkan seorang pemain sepak bola yang tetah berupaya untuk dapat menjadi anggota tim kebanggaannya. Akhirnya Ia berhasil masuk dan mendapatkan kostum dari tim kebanggaan tersebut dan diizinkan untuk ikut bermain dalam perlombaan. Namun, apa yang dilakukannya di lapangan? la hanya membanggakan kostum yang digunakannya, keberadaannya dalam tim yang selalu menang, tapi tidak melakukan apa-apa untuk tim itu agar dapat memperoleh kemenangan. Begitu sering umat Allah hanya menggunakan agama sebagai penampilan luar saja, tapi tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah dantidak melakukan hal-hal yang adalah kewajiban umat Allah.
Hal yang berbahaya lainnya dapat muncul dari sistem korban adalah mereka berpikir bahwa keselamatan itu mereka peroleh karena usaha mereka yang
Allah bagi mereka. Oleh karena itu didalam buku keluaran Allah menyatakan dirinya sebagai penebus mereka yang berinisiatif untuk menyelamatkan mereka. Bukan karena usaha mereka melainkan oleh karena kasih karuniaNya. Kenyataannya, kita sering melupakan bagian yang sangat penting dan ke-Sepuluh printah Allah ini. Pernyataan Allah ini sering tidak diikutsertakan oleh umatnya saat mengutip ke-sepuluh printah Allah itu. Kita biasanya melupakan kata-kata di awal ke-Sepuluh printah Allah mi padahal kata-kata mi dapat menolong kita untuk memiliki pandangan yang benar tentang sepuluh hukum itu.

The Ten Commandments
(Ke-Sepuluh Printah Allah)
Semua orang tahu bahwa menghilangkan salah satu kata saja dan ke-sepuluh prmntah Allah itu akan mengakibatkan hal yang berbahaya. Satu peristiwa terjadi di salah satu gereja kecil di Los Angeles. Ketika Sabat pagi di acara Sekolah Sabat ada beberapa pasang keluarga muda menghadiri gereja itu pertamakalinya. . Tiba-tiba setelah sepasang suami-istri saling berbisik sambil menunjuk ke bagian depan gereja, mereka tertawa yang lainnya bingung. Suami-istri yang tertawa itu kemudian berbisik lagi kepada yang lainnya dan mereka tertawa. Semakin lama semakin banyak orang yang tertawa. Akhirnya pemimpin acara akhirnya pemimpin acara berhenti sejenak dan mencari tahu apa yang membuat mereka tertawa. Hukum (dalam bahasa Inggris) yang ada di bagian depan gereja kekurangan hanya satu kata yaitu note pada kalimat,~~"Thou shalt covet tb- -neighbor-'s !~~~fe" Yang seharusnya 'Thous shalt not covet thy neighbor's wife' artinya Jangan jangan mengingini isrti tetangga mu.
Kita sering kehilangan bukan hanya satu kata melainkan satu bagian yang penting dari Sepuluh Perintah Allah itu, yakni bagman yang pertama. "Lalu Allah mengucapkan sejalafirmanini:Akulah Tlh,yangmembawaengkaukeivardaritanah Mesir,danitempatperbudakan." Sebenarnya, kalimat mi sangat penting dalam kehidupan umat-umat percaya. Kalimat mi menyatakan bahwa penintah Allah itu adalah petunjuk gaya hiclup umat Allah yan telah men adari bahwa mereka telah diselamatkan oleh anugera Allah. Kasih karunia itu telah ada mendahului hukum/perintahNya.
One god of grace(allah kasih karunia)
Allah hanya memiliki satu metode penyelamatan. Baik di perjanjian lama maupun perjanjian baru, atau pun di zaman kita ini, semua diselamatkan oleh kasih karunia Allah. System upacara kurban hanyalah untuk menunjukan kasih karunia Allah itu. Kabar baik kasih karunia Allah itu memiliki implikasi penting bagi cara kita memahami karakter Allah. Juka allah selalu menyelamatkan umatnya dengan kasih karunia, kita mengenal allah adalah Allah kasih karunia dari awal hingga akhir baik perjanjian lama maupun perjanjian baru. Dialah Allah yang mengasihi manusia dan menginginkan keselamatan meraka, dan oleh karna itu bekerja untuk keselamatan mereka. Ketika ia menuntun umatnya melewati laut merah maupun ketika ia memberikan anak tunggalnya untuk mati di salib bagi mereka. Ia adalah tetap Allah yang sama, Allah yang mengasihi.
Pada abad pertama ketika Yesus hidup didunia dan buku ibrani di tulis, dan orang yahudi tidak dapat memberikan korban seperti biasanya. Kita akan mempelajari mengapa demikian pada pelajaran berikut. System korban masi terus berlangsung di Yerusalem, tetapi mereka yang tinggal jauh tidak dapat ke yerusalem setiap hari untuk mempersembahkan korban-Nya, bahkan untuk pendamaian yang telah di tentukan untuk keselamatan, telah di buat disalib, dan kaabah lainnya, kaabah sorgawi, dimana Yesus melayani sekarang.


Popular Posts