Rabu, 26 Oktober 2016



RINGKASAN BAB 3
Santuary In the Old Testament
(Kaabah dalam Perjanjian Lama)

Tujuan pembelajaran ini adalah bukan mempelajari doktrin, tetapi pengertian yang cuup dari Perjanjian Lama agar dapat memahami buku Ibrani.
Sanctuary Controversy
(Pertentangan tentang Kaabah)

                Musim panas tahun 1980 sekelompok pemimpin gereja berkumpul di Glacier Colorado, USA untuk mendiskusikan pemahaman tentang kaabah.
               
Oktober 1979, Dr. Desmond Ford, professor agama dari Australia, memberikan pernyataan bahwa Kristus tidak masuk ke Bilik Maha Suci di kaabah surgawi tahun 1844, karena menurut kitab Ibrani, Dia langsung memasuki Bilik Maha Suci. Dia juga membuat sebuah artikel berjudul “Christ in the Heavenly Sanctuary” yang dimuat pada Adventist Review tanggal 4 September 1980

A Place for God to Live
(Sebuah Tempat untuk AllahTingga;)

                Menurut Alkitab, Allah memiliki kaabah di surga (Ibrani 8:1,2 dan Wahyu)
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah meminta agar mereka mendirikan kemah di bumi agar Ia dapat tinggal bersama mereka. Allah juga memberikan rancangan bangunan.
                Sebenarnya Allah tidak memerlukan bangunan fisik, namun Allah mengetahui bahwa bangsa itu ingin sesuatu yang dapat dilihat secara fisik. Hal ini juga karena dosa yang memisahkan.
Kaabah adalah tempat untuk Allah hadir dan juga menyelubungi umatNya. umatNya akan dapat bertemu dengan lansung. Tempat tinggal Allah adalah di Kemah Maha Suci dimana Tabut Perjanjian ada.
                Allah juga menentukan para imam untuk membuat pelayanan dan membawa korban di kaabah. Makna kaabah hilang ketika harus berpindah-pindah, oleh karena itu Allah ingin dibangun suatu yang tetap.
                Lambing pelayanan harian dan juga tahunan di kaabah adalah sesuatu yang berbeda dengan pelayanan harian dan juga korban pagi dan petang penghapusan dosa. Ini adalah lambing pengampunan dosa.
                Dalam pelayanan harian, dosa diampuni, namun untuk dosa dilambangkan dengan pemindahan darah ke kaabah. Hari Pendamaian adalah hari penghakiman yang menyucikan kaabah itu sendiri.
Hal ini semua adalah sebuah lambang.
                Pekerjaaan ini dilakukan setiap hari menggambarkan pekerjaan  pendamaian untuk manusia. Kaabah, bukan hanya sebagai satu tempat hadirat Allah, tetapi juga merupakan sebuah gambaran pekerjaan Allah untuk menyelamatkan.


Threats and Dangers to Sanctuary
(Bahaya dan Ancaman pada Kaabah)

                Selalu ada ancaman bagi kaabah Israel, dan itu adalah dosa manusia, yang memisahkan manusia dengan Allah. Melalui upacara korban kita dapat mengetahui bagaimana dosa itu diampuni dan dihapuskan.
                Nabi Yeremia mengamarkan bagaimana bahayanya hal ini. Ia diminta untuk berdiri di pintu gerbang kaabah dan mengkhotbahkan kepada umatNya. Yeremia mengatakan bahwa Allah hanya dapat tinggal bersama mereka apabila mereka berjalan sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Yeremia harus dicerca oleh para pemimpin kaabah karena perkatannya itu.
                Tahun 586 BC kaum Babilonia memasuki Yerusalem dan menghancurkan kaabah, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Namun Allah menjajikan sebuah pemulihan sebelum penghancuran itu terjadi. Setelah 70 tahun ditawan, mereka diperbolehkan kembali untuk membangun Yerusalem tahun 457 BC agar Allah dapat tinggal bersama umatNya lagi.

                Ada kaabah di sorga yang bukan buatan tangan manusia. Di dalamnya Kristus melayani untuk kepentingan kita, dan juga manfaat dari korban penebusanNya di Salib. Penghakiman menyatakan keadilan Allah dimana ditutupnya pintu kasihan itu.
Banyak orang yang melihat bahwa pekabaran ini adalah sesuatu yang menakutkan, tetapi kita harus ingan bahwa hakim kita adalah Imam Besar yang mengentarai kita. Dia juga adalah Juruselamat kita. Maka pekabaran ini merupakan suatu pekabaran yangmembahagiakan karena keyakinan kita.

Judgment Can Be Good News
(Penghakiman adalah Kabar Baik)

                Jika kita berada pada posisi benar, maka kita melakukan sesuatu yang benar. Tentu saja kita akan sangat bergembira ketika hari peghakiman itu tiba. Kita bukan sebagai orang yang bersalah, tetapi sebagai orang yang benar. Dan juga untuk menyatakan bagaimana kita benar di hadapan Allah. Inilah sukacita menantikan penghakiman Allah.

Israel’s Various Sanctuaries and Temples
(Berbagai Kaabah dan Kuil Israel)

                Untuk memenuhi kebutuhan mereka, sejenis tempat ibadah dibangun sebagai tempat perkumpulan. Mereka berkumpul untuk beribadah, berdoa, dan juga membaca kitb suci, dan khotbah singkat. Masih banyak yang bergantung pada kaabah, karena Stefanus mengkhotbahkan bahwa menjadi martir. Kaabah tidak dibatasi tempat. Dia beserta kita dimana saja.

No Temple Needed
(Tidak Memerlukan Kaabah)

                Suatu hari nanti kita tidak lagi memerlukan kaabah. Sejarah kaabah adalah kerinduan Allah untuk bertemu dengan umat-umatNya. Sejarah ini berakhir dengan baik. Namun saatnya akan tiba Wahyu 21:22, ketika Allah dan umatNya akan tinggal bersama lagi. Tidak akan ada lagi kaabah, karena Allah sendiri dan Yesus Anak Domba Allah, akan tinggal dan juga menjadi kaabah bagi umatNya.

Popular Posts