RINGKASAN BAB 3
Santuary In the Old
Testament
(Kaabah dalam Perjanjian
Lama)
Tujuan pembelajaran ini adalah
bukan mempelajari doktrin, tetapi pengertian yang cuup dari Perjanjian Lama
agar dapat memahami buku Ibrani.
Sanctuary Controversy
(Pertentangan tentang Kaabah)
Musim
panas tahun 1980 sekelompok pemimpin gereja berkumpul di Glacier Colorado, USA
untuk mendiskusikan pemahaman tentang kaabah.
Oktober 1979, Dr. Desmond Ford,
professor agama dari Australia, memberikan pernyataan bahwa Kristus tidak masuk
ke Bilik Maha Suci di kaabah surgawi tahun 1844, karena menurut kitab Ibrani,
Dia langsung memasuki Bilik Maha Suci. Dia juga membuat sebuah artikel berjudul
“Christ in the Heavenly Sanctuary” yang
dimuat pada Adventist Review tanggal 4 September 1980
A Place for God to Live
(Sebuah Tempat untuk AllahTingga;)
Menurut
Alkitab, Allah memiliki kaabah di surga (Ibrani 8:1,2 dan Wahyu)
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah meminta
agar mereka mendirikan kemah di bumi agar Ia dapat tinggal bersama mereka.
Allah juga memberikan rancangan bangunan.
Sebenarnya
Allah tidak memerlukan bangunan fisik, namun Allah mengetahui bahwa bangsa itu
ingin sesuatu yang dapat dilihat secara fisik. Hal ini juga karena dosa yang
memisahkan.
Kaabah adalah tempat untuk Allah hadir dan juga
menyelubungi umatNya. umatNya akan dapat bertemu dengan lansung. Tempat tinggal
Allah adalah di Kemah Maha Suci dimana Tabut Perjanjian ada.
Allah
juga menentukan para imam untuk membuat pelayanan dan membawa korban di kaabah.
Makna kaabah hilang ketika harus berpindah-pindah, oleh karena itu Allah ingin
dibangun suatu yang tetap.
Lambing
pelayanan harian dan juga tahunan di kaabah adalah sesuatu yang berbeda dengan
pelayanan harian dan juga korban pagi dan petang penghapusan dosa. Ini adalah
lambing pengampunan dosa.
Dalam
pelayanan harian, dosa diampuni, namun untuk dosa dilambangkan dengan
pemindahan darah ke kaabah. Hari Pendamaian adalah hari penghakiman yang
menyucikan kaabah itu sendiri.
Hal ini semua adalah sebuah lambang.
Pekerjaaan
ini dilakukan setiap hari menggambarkan pekerjaan pendamaian untuk manusia. Kaabah, bukan hanya
sebagai satu tempat hadirat Allah, tetapi juga merupakan sebuah gambaran
pekerjaan Allah untuk menyelamatkan.
Threats and Dangers to
Sanctuary
(Bahaya dan Ancaman pada Kaabah)
Selalu
ada ancaman bagi kaabah Israel, dan itu adalah dosa manusia, yang memisahkan
manusia dengan Allah. Melalui upacara korban kita dapat mengetahui bagaimana
dosa itu diampuni dan dihapuskan.
Nabi
Yeremia mengamarkan bagaimana bahayanya hal ini. Ia diminta untuk berdiri di
pintu gerbang kaabah dan mengkhotbahkan kepada umatNya. Yeremia mengatakan
bahwa Allah hanya dapat tinggal bersama mereka apabila mereka berjalan sesuai
dengan apa yang Allah inginkan. Yeremia harus dicerca oleh para pemimpin kaabah
karena perkatannya itu.
Tahun
586 BC kaum Babilonia memasuki Yerusalem dan menghancurkan kaabah, dan segala
sesuatu yang ada di dalamnya. Namun Allah menjajikan sebuah pemulihan sebelum
penghancuran itu terjadi. Setelah 70 tahun ditawan, mereka diperbolehkan
kembali untuk membangun Yerusalem tahun 457 BC agar Allah dapat tinggal bersama
umatNya lagi.
Ada
kaabah di sorga yang bukan buatan tangan manusia. Di dalamnya Kristus melayani
untuk kepentingan kita, dan juga manfaat dari korban penebusanNya di Salib.
Penghakiman menyatakan keadilan Allah dimana ditutupnya pintu kasihan itu.
Banyak orang yang melihat bahwa pekabaran ini adalah
sesuatu yang menakutkan, tetapi kita harus ingan bahwa hakim kita adalah Imam
Besar yang mengentarai kita. Dia juga adalah Juruselamat kita. Maka pekabaran
ini merupakan suatu pekabaran yangmembahagiakan karena keyakinan kita.
Judgment Can Be Good News
(Penghakiman adalah Kabar Baik)
Jika
kita berada pada posisi benar, maka kita melakukan sesuatu yang benar. Tentu
saja kita akan sangat bergembira ketika hari peghakiman itu tiba. Kita bukan
sebagai orang yang bersalah, tetapi sebagai orang yang benar. Dan juga untuk
menyatakan bagaimana kita benar di hadapan Allah. Inilah sukacita menantikan penghakiman
Allah.
Israel’s Various Sanctuaries
and Temples
(Berbagai Kaabah dan Kuil Israel)
Untuk
memenuhi kebutuhan mereka, sejenis tempat ibadah dibangun sebagai tempat
perkumpulan. Mereka berkumpul untuk beribadah, berdoa, dan juga membaca kitb
suci, dan khotbah singkat. Masih banyak yang bergantung pada kaabah, karena
Stefanus mengkhotbahkan bahwa menjadi martir. Kaabah tidak dibatasi tempat. Dia
beserta kita dimana saja.
No Temple Needed
(Tidak Memerlukan Kaabah)
Suatu
hari nanti kita tidak lagi memerlukan kaabah. Sejarah kaabah adalah kerinduan
Allah untuk bertemu dengan umat-umatNya. Sejarah ini berakhir dengan baik.
Namun saatnya akan tiba Wahyu 21:22, ketika Allah dan umatNya akan tinggal
bersama lagi. Tidak akan ada lagi kaabah, karena Allah sendiri dan Yesus Anak
Domba Allah, akan tinggal dan juga menjadi kaabah bagi umatNya.